Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia

pengembangan-sdm-dengan-sertifikasi-customer-service

Pengembangan SDM dengan Sertifikasi Customer Service

ID, Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia

Pengembangan SDM dengan Sertifikasi Customer Service LSP JDI – Pengembangan sumber daya manusia memiliki pengertian sebagai kegiatan perusahaan atau organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dari SDM nya dalam kurun waktu tertentu. Pengembangan SDM termasuk rangkaian kegiatan organisasi atau institusi yang dilaksanakan dalam interval waktu tertentu dan didesai untuk melahirkan perubahan sikap mental dan keahlian karyawan sehingga mereka mampu menyelesaikan penugasan yang berhubungan denagn peran dan tanggungjawab. Pengembangan tersebut juga salah satu cara dalam menghadapi tantangan yang berkaitan dengan dinamika persoalan sumber daya manusia seperti karyawan yang kompetensinya terbatas Sumber Daya Manusia sebagai karir merupakan sebuah potensi untuk memberikan pengaruh yang sangat besar pada seseorang, organisasi, konsumen, pemegang saham, dan juga sebuah komunitas. Sama halnya dengan negara-negara berkembang lainnya seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Singapura, mereka memiliki asosiasi profesional SDM dalam hal mengembangkan penilaian sertifikasi SDM (berdasarkan kredensial, ujian, dan pengalaman) untuk menentukan dan meningkatkan standar SDM masing-masing peserta. Di Indonesia pun sama, seluruh praktisi SDM di Indonesia harus sudah memeiliki sertifikasi kompetensi SDM yang ditetapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada Juli 2019 yang lalu, yaitu Sertifikasi Kompetensi Wajib Jabatan Manajemen Sumber Daya Manusia. Sertifikasi kompetensi SDM yang dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) banyak dijadikan acuan oleh berbagai industri di Indonesia. Bahkan, kredibilitasnya juga diakui di tingkat regional se-Asia Tenggara. Oleh karena itu seorang SDM bidang pelayanan pelanggan khususnya seorang Customer Service harus mengikuti sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan pengetahuan yang akan memungkinkan menjadi lebih kompeten dan efektif dalam bekerja. Sehingga, kemampuan SDM tersebut nantinya akan lebih berkembang dan berdampak positif pada hasil dari suatu pekerjaan dimanapun kamu bekerja nantinya. Untuk meningkatkan kinerja seorang customer service. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jana Dharma Indonesia memperluas lingkup skema dengan skema baru diantaranya adalah skema Pelayanan Pelanggan yang focus untuk bidang pariwisata dan bisa juga diikuti oleh masyarakat umum yang akan meningkatkan kompetensinya dibidang pelayanan terhadap pelanggan. Untuk pendaftaran sertifikasi atau konsultasi gratis, kamu dapat menghubungi: CS WhatsApp  : 0813-8058-460 Telp              : 0274 543 761 Instagram  : @jana_dharma_indonesia Email           : [email protected] Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia: Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

sertifikasi-barista-lsp-jana-dharma-indonesia

Sertifikasi Barista LSP Jana Dharma Indonesia

ID, Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia

Sertifikasi Barista LSP Jana Dharma Indonesia LSP JDI – Barista merupakan profesi yang sangat diminati oleh kalangan anak muda saat ini. Profesi barista sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu tetapi belum sepopuler sekarang sehingga barista dianggap profesi yang kuno. Menjadi seorang barista professional menjadi impian banyak orang, hal ini terlihat dari banyaknya kedai kopi yang popular di Indonesia. Barista menjadi salah satu jenis pekerjaan yang populer di industri ekonomi kreatif subsektor kuliner, namun masih ada beberapa orang yang memandang profesi barista sebelah mata. Banyak yang mengira pekerjaan barista sebatas menyeduh kopi untuk pelanggan saja. Barista profesional membutuhkan ketekunan untuk menghasilkan secangkir kopi yang nikmat dan memiliki visual menarik. Selain itu, seorang barista juga harus bisa memilih biji kopi terbaik, menggiling, dan menyeduhnya menjadi secangkir kopi sesuai keinginan pelanggan. Menjadi barista profesional tidak hanya sekadar menyeduh dan membuat minuman kopi untuk pelanggan saja. Ada beberapa tugas lainnya yang menjadi tanggung jawab seorang barista. Salah satunya menjaga kebersihan seluruh area di kedai kopi agar tetap nyaman digunakan. Untuk menunjang profesi tersebut banyak profesi barista menambah pengalamannya dengan mengikuti sertifikasi kompetensi di bidang kuliner khususnya barista. Mengingat pentingnya sertifikasi barista ini adalah menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi. Sertifikasi skema barista terdapat 33 unit kompetensi yang akan diujikan oleh asesor terhadap peserta. unit kompetensi tersebut antara lain: Unit Kompetensi tersebut meliputi : Menyiapkan dan menghidangkan minuman non-alkohol Mengelola bahan baku, menguasai dan mengembangkan pengetahuan tentang produk kopi Mengoperasikan peralatan Mengelola peralatan dan perlengkapan Mengoperasikan dan mengelola tempat kerja. Sertifikasi Barista LSP Jana Dharma Indonesia Untuk pendaftaran sertifikasi atau konsultasi gratis, kamu dapat menghubungi: CS WhatsApp  : 0813-8058-460 Telp              : 0274 543 761 Instagram  : @jana_dharma_indonesia Email           : [email protected] Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia: Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Baca Juga : Sertifikasi Catering..

bekal-seorang-tour-leader-dalam-melayani-wisatawan

Bekal seorang Tour Leader Dalam Melayani Wisatawan

ID, Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia

Bekal seorang Tour Leader Dalam Melayani Wisatawan LSP JDI – Menjadi seorang Tour Leader adalah suatu pekerjaan yang menyenangkan. Selain bisa keliling sejumlah tempat di dalam negeri, juga berkesempatan melanglang buana ke sejumlah negara. Tidak hanya gratis, tapi juga dibayar. Lalu bagaimana menjadi tour leader yang handal dan dapat melayani wisatawan dengan baik? Biasanya Tour Leader di Indonesia disediakan oleh jasa biro perjalanan. Pimpinan rombongan berangkat bersama-sama dengan rombongan ke obyek yang dituju. Fasilitas yang diberikan biro perjalanan wisata kepada tour leader terdiri atas tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi di tempat yang sama dengan di mana para peserta menginap, fasilitas makan selama perjalanan, dan uang saku yang besarnya bervariasi antara Rp. 250.000 hingga Rp. 1.000.000 per harinya. Penghasilan profesi ini cukup menggiurkan. Tapi itu tergantung dari profesionalitas dan pengalamannya. Berikut adalah cara untuk menjadi tour leader yang handal: 1. Berpenampilan menarik Biasanya seorang wisatawan akan cenderung lebih tertarik dengan pemandu yang berpenampilan menarik, unik, bersih, dan menyenangkan. Menyenangkan dalam artian di sini adalah, seorang tour leader yang mampu membuat wisatawan senang dan tidak merasa sedang dalam perjalanan. Seorang tour leader bisa saja membuat games atau berkaraoke selama perjalanan untuk membuat peserta senang. 2. Memiliki wawasan yang luas Tour leader yang memiliki pengetahuan yang luas tentu akan lebih disenangi oleh para peserta. Apalagi jika tour leader memiliki pengetahuan diluar obyek wista yang sedang dikunjungi. 3. Memiliki pengalaman tergantung jam terbang Wisatawan tentu akan lebih tertarik dengan tour leader yang sudah memiliki banyak pengalaman dibandingkan dengan tour leader yang baru. Namun tidak menutup kemungkinan juga tour leader baru tidak akan disenangi para peserta. Tour leader baru juga bisa disenangi para peserta dengan cara mereka sendiri. Maka dari itu, lebih baik tour leader yang masih baru jangan memikirkan fee yang akan diterima dulu, anggap saja fee itu adalah bonus untuk menambah pengalaman. 4. Mempunyai skill Skill yang harus dimiliki seorang tour lader adalah orang yang dapat berkomunikasi yang baik dan mempunyai skill yang ahli dalam bidang tersebut. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jana Dharma Indonesia, seorang SDM pariwisata khusunya seorang tour leader dapat mengikuti sertifikasi dengan skema Tou Leader Sertifikasi tersebut bias diikuti tidak hanya SDM pariwisata atau masyarakat umum yang ingin mengembangkan potensinya dibidang kepemanduan pariwisata selain skema Tour Leader ada juga skema dibidang kepemanduan wisata yaitu skema kepemanduan outbound, skema kepemanduan museum, skema pemandu ekowisata. Untuk pendaftaran sertifikasi atau konsultasi gratis, kamu dapat menghubungi: CS WhatsApp  : 0813-8058-460 Telp              : 0274 543 761 Instagram  : @jana_dharma_indonesia Email           : [email protected] Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia: Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Baca juga : Panduan CHSE Hotel

personal-branding-seorang-tour-leader-frelance

Personal Branding Seorang Tour Leader Freelance

ID, Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia

Personal Branding Seorang Tour Leader Freelance LSP JDI – Menjadi Seorang Tour Leader adalah salah satu Profesi yang menarik di Dunia Pariwisata, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan pariwisata di Indonesia serta fokusnya usaha pemerintah di bidang Pariwisata ini, maka Usaha dalam meningkatkan Personal Branding seorang Tour Leader menjadi hal penting saat ini. Semakin dikenal seorang Tour Leader maka akan semakin banyak pula terpakai Jasanya di dunia pariwisata. Tujuan personal branding adalah memikat serta meningkatkan kepercayaan orang lain terhadap diri individu tersebut. Selain itu, beberapa alasan berikut juga menjelaskan betapa pentingnya personal branding dibangun. personal branding dapat mengembangkan kepercayaan terhadap orang lain, seseorang customer akan merasa nyaman dan percaya menjadi seorang Tour Leader yang handal Tidak sedikit Tour Leader yang ada di Indonesia, dengan banyaknya jumlah tour leader makan akan mempersulit mereka untuk dapat dikenal oleh customer. Hal ini tentu akan berimbas dalam bagaimana membranding diri menjadi Tour Leader agar bisa tetap eksis dalam menjalankan Profesinya. Berikut beberapa Hal yang diperlukan oleh Seorang Freelancer Tour Leader agar lebih mumpuni dalam membangun personal branding: 1. Membangun jaringan komunitas Hal seperti ini pun perlu dilakukan untuk memudahkan Tour Leader mempromosikan dirinya, semakin dikenal di Komunitas maka akan semakin mudah juga bagi seorang Tour Leader dalam mencari potensi kemungkinan akan adanya penawaran kerjasama dalam membawa paket wisata. 2. Menentukan tujuan yang jelas Tujuan yang jelas adalah cara membangun citra diri berikutnya. Setelah berhasil menemukan kelebihan dan keunikan diri sendiri dan menentukan tujuan yang hendak dicapai. Selanjutnya mencari hal yang ingin di capai sebagai seorang Tour Leader. 3. Membangun personal branding dimedia sosial Perkembangan dunia digital berputar begitu cepat begitu banyak orang yang membuat beragam jenis sosial media seperti instagram, facebook, youtube dll. Itu sebabnya, penting bagi Anda yang sedang membangun branding untuk memiliki strategi agar lebih dikenal oleh customer. Buatlah sebanyak mungkin konten yang kreatif dan edukatif untuk memperlihatkan siapa anda. Ikuti Sertifikasi Kompetensi Tour LeaderMenjadi Tour Leader diperlukan sertifikasi kompetensi agar membuktikan kompetensinya dengan memperoleh sertifikasi. Sertifikasi berikut dapat diikuti di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jana Dharma Indonesia dengan skema Tour Leader. Selain skema tersebut anda juga bisa mengikuti skema lainnya menurut keahliannya di link berikut: (link kedalam skema sertifikasi) Untuk pendaftaran sertifikasi atau konsultasi gratis, kamu dapat menghubungi: CS WhatsApp  : 0813-8058-460 Telp              : 0274 543 761 Instagram  : @jana_dharma_indonesia Email           : [email protected] Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia: Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

sertifikasi-tour-leader-lsp-jana-dharma-indonesia

Sertifikasi Tour Leader LSP Jana Dharma Indonesia

ID, Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia

*Sertifikasi Tour Leader LSP Jana Dharma Indonesia* LSP JDI – Tour Leader di  LSP Jana Dharma Indonesia Tour Leader adalah seorang pimpinan rombongan yang lebih banyak berperan sebagai leader dalam rombongannya. Tour leader bertugas untuk melayani kepentingan para anggota rombongan selama perjalanan. Tour leader bertanggung jawab mulai dari rombongan berangkat sampai pulang. Beberapa tugas dan tanggung jawab tour leader yaitu: pengambilan boarding pass, pengaturan bagasi, pengaturan transportasi, penjadwalan acara, chekin dan check out hotel sampai pembagian kamar untuk peserta. Maka dari itu, seorang tour leader harus memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi yang baik. Tour leader dalam bekerja biasanya bekerja dengan biro perjalanan atau freelance.  Karena itu adalah salah satu tugas dari seorang tour leader. Biro perjalanan sendiri biasanya sudah memberi fasilitas-fasilitas kepada tour leader seperti: Tiket pulang-pergi Fasilitas makan selama perjalanan Tempat penginapan yang sama dengan dimana para peserta akan menginap Uang saku yang besarnya tergantung dengan biro perjalanan. Selain menjadi pekerja tetap di perusahaan, seorang Tour Leader juga bisa menjadi seorang Freelancer, artinya Tour Leader  berdiri sendiri tanpa bergantung di salah satu perusahaan biro perjalanan. Untuk bisa menjadi seorang Freelance diperlukan kemampuan mandiri Personal Branding adalah salah satu hal Mutlak yang perlu dilakukan oleh Seorang Tour Leader. Selain itu hal yang dibutuhkan oleh seorang tour leader adalah bukti sertifikasi sebagai bukti kompetensinya sebagai tour leader. Tujuan uji kompetensi tersebut adalah agar SDM pariwisata khususnya tour leader memiliki standar kemampuan sesuai bidangnya dan memastikan sertifikasi dengan skema Tour Leader yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Dalam bidang kepemanduan wisata Selain skema Tour Leader yang ada di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jana Dharma Indonesia ada juga Skema Kepemanduan Outbound, Skema Kepemanduan Ekowisata, Skema Pemandu Museum. *Sertifikasi Tour Leader LSP Jana Dharma Indonesia* Untuk pendaftaran sertifikasi atau konsultasi gratis, kamu dapat menghubungi: CS WhatsApp  : 0813-8058-460 Telp              : 0274 543 761 Instagram  : @jana_dharma_indonesia Email           : [email protected] Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia: Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

pelaku-mice-wajib-mempunyai-sertifikasi-bnsp

Pelaku MICE Wajib Mempunyai Sertifikasi BNSP

ID, Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia

Pelaku MICE Wajib Mempunyai Sertifikasi BNSP LSP JDI – Berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menjelaskan banwa tenaga kerja harus memenuhi standar kompetensi kerja dan memiliki sertifikat baik perusahaan swasta, BUMN maupun pemerintah. Sertifikasi ini juga berguna untuk meningkatkan mobilitas dan daya saing. Selain itu sertifikasi sebagai bukti pengakuan atas kompetensi. Selain itu mampu menumbuhkan rasa bisa percaya diri, Karena Sudah teruji dengan standar yang telah ditentukan oleh lembaga sertifikasi profesi. MICE diartikan sebagai wisata konvensi dengan batasan usaha jasa konvensi, perjalanan insentif, dan pameran merupakan suatu kegiatan berupa pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendekiawan, dan sebagainya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Pada umumnya kegiatan konvensi berkaitan dengan usaha pariwisata lain, seperti transportasi, akomodasi, hiburan, perjalanan pra- dan pasca- konferensi. Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa Industri MICE merupakan jenis pariwisata yang terdiri dari suatu kelompok besar, biasanya direncanakan dengan matang, dan untuk tujuan tertentu. Industri ini tidak dapat berdiri sendiri artinya memerlukan kerja sama atau berkolaborasi dengan berbagai stakeholders karena membutuhkan pelayanan dan komponen lain dari banyak pihak. Oleh sebab itu tenaga kerja industri ini harus dibekali dengan Sertifikasi Kompetensi. Tenaga yang bersertifikat ini sangat penting apalagi jika Anda ingin terjun pada event MICE pemerintah. Biasanya syarat dalam procurement yang diadakan pemerintah adalah memiliki tenaga ahli yang dibuktikan dengan sertifikat profesi. Oleh karena itu penting bagi pemilik usaha untuk memiliki SDM yang memiliki sertifikat profesi. Pekerjaan di industri MICE saat ini sudah dilengkapi dengan sertifikasi profesi yang ada di Lembaga Sertifikasi Profesi Jana Dharma Indonesia Sertifikasi MICE memiliki beberapa kualifikasi; sertifikasi Marketing Communication Specialist, Bidding Specialist, Venue Management Specialist. Untuk pendaftaran sertifikasi atau konsultasi gratis, kamu dapat menghubungi: CS WhatsApp  : 0813-8058-460 Telp              : 0274 543 761 Instagram  : @jana_dharma_indonesia Email           : [email protected] Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia: Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jasa Sertifikasi Tour Guide Terbaik di Jogja

Pemandu Ekowisata Harus Memiliki Sertifikasi 

ID, Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia

Pemandu Ekowisata Harus Memiliki Sertifikasi  LSP JDI – Dalam meningkatkan SDM pada bidang pariwisata seorang pemandu ekowisata harus memiliki sertifikasi. Hal ini merupakan pentingnya persaingan dunia kerja, tidak hanya berlandaskan mempunyai ijazah saja, seseorang yang bekerja di industri pariwisata harus dibekali dengan kompetensi. Agar dapat berlomba-lomba diakui dalam bisnis serta mendapatkan kedudukan yang unggul pada persaingan ekonomi dunia pada sekarang ini. Sumber Daya Manusia (SDM) dituntut untuk mampu mendapatkan keterampilan dan keahlian yang terakreditasi secara hukum. Pencari kerja diminta menyiapkan sertifikat kompetensi agar kompetitif menghadapi persaingan dunia kerja. Sebab, standar kompetensi sangat dibutuhkan perusahaan. Kriteria itu bahkan sudah diberlakukan sebagai syarat pencari kerja pada lowongan atau posisi tertentu. Mendasari hal itu, dunia pendidikan diminta membuat skema atau menyiapkan kurikulum sesuai dengan harapan industri pariwisata untuk dapat memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Oleh sebab itu seorang pemandu ekowisata harus mempunyai memiliki sertifikat untuk menunjang pekerjaan dibidangnya. Pemandu ekowisata mempunyai peran besar dalam memimpin grup wisatawan oleh sebab itu harus memiliki standar kemampuan sesuai bidang masing-masing dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Seseorang pemandu wisata khususnya bidang ekowisata dapat mengikuti sertifikasi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jana Dharma Indonesia dengan skema Kepemanduan Ekowisata. Tidak hanya pemandu ekowisata di LSP tersebut juga tersedia skema kepemanduan lainya seperti Skema Pemandu Museum dan Skema Pemandu Outbound. Untuk pendaftaran sertifikasi atau konsultasi gratis, kamu dapat menghubungi: CS WhatsApp  : 0813-8058-460 Telp              : 0274 543 761 Instagram  : @jana_dharma_indonesia Email           : [email protected] Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia: Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

pengembangan-pariwisata-berkelanjutan-dengan-ekowisata

Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dengan Ekowisata

ID, Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia

Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dengan Ekowisata LSP JDI – Pengembangan pariwisata merupakan suatu usaha secara terstruktur untuk membenahi objek dan kawasan yang ada dan membangun objek dan kawasan wisata yang baru yang akan dipasarkan pada calon wisatawan. Pengembangan pariwisata pada prinsipnya sama dengan pengembangan produk wisata, yang mana dalam pengembangan produk wisata yang merupakan sarana pariwisata hendaknya disesuaikan dengan perubahan wisatawan. Pariwisata Berkelanjutan atau Sustainable Tourism adalah pariwisata yang berkembang sangat pesat, termasuk pertambahan arus kapasitas akomodasi, populasi lokal dan lingkungan, dimana perkembangan pariwisata dan investasi – investasi baru dalam sektor pariwisata seharusnya tidak membawa dampak buruk dan dapat menyatu dengan lingkungan, jika kita memaksimalkan dampak yang positif dan meminimalkan dampak negatif. Pembangunan pariwisata berkelanjutan pada intinya berkaitan dengan usaha menjamin agar sumber daya alam, sosial dan budaya yang dimanfaatkan untuk pembangunan pariwisata pada generasi ini agar dapat dinikmati untuk generasi yang akan datang. Keberhasilan ekowisata tergantung pada beberapa hal, yang dapat dibagi menjadi tiga faktor utama yaitu faktor struktural, eksternal dan internal. faktor yang berhubungan dengan kelembagaan, kebijakan dan regulasi pengelolaan kawasan ekowisata (tingkat lokal, daerah, nasional dan internasional). faktor eksternal merupakan faktor kunci yang berasal dari luar lokasi ekowisata tersebut, seperti kesadaran wisatawan akan kelestarian lingkungan, kegiatan penelitian/pendidikan di wilayah ekowisata untuk kepentingan kelestarian lingkungan dan masyarakat lokal. Sedangkan Faktor internal dapat diklasifikasikan seperti potensi daerah untuk pengembangan ekowisata, pengetahuan pemandu ekowisata tentang pelestarian lingkungan dan partisipasi penduduk lokal. Untuk menujang Pemandu Ekowisata yang berkompeten untuk pengembangan pariwisata berbasis ekowisata. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jana Dharma Indonesia telah mempunyai skema baru yaitu skema kepemanduan ekowisata yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dengan Ekowisata Untuk pendaftaran sertifikasi atau konsultasi gratis, kamu dapat menghubungi: CS WhatsApp  : 0813-8058-460 Telp              : 0274 543 761 Instagram  : @jana_dharma_indonesia Email           : [email protected] Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia: Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Scroll to Top