fbpx

Menemukan Peran yang Unik: Pemandu Museum dan Edukator Museum

para wisatawan sedang memotret karya seni yang ada, ini dia perbedaan edukator museum dan pemandu museum

Sebagai sebuah lembaga yang bersifat tetap, bertujuan untuk melayani masyarakat dan perkembangannya yang mengumpulkan, merawat, meneliti, serta mengkomunikasikan dan menunjukkan warisan budaya dan lingkungannya yang bersifat kebendaan dan tak benda museum memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai wadah rekreasi sembari edukasi terkait hal lampau.

Dalam dunia museum yang kaya akan warisan budaya dan seni, terdapat peran dua profesional yang menjadi representatif dari museum yaitu pemandu museum dan edukator museum. Namun seringkali kita bingung dengan definisi yang ada pada keduanya. Namun ternyata, kedua peran ini memiliki fokus yang berbeda, meskipun sama-sama menciptakan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Melalui artikel ini mari kita telusuri perbedaan antara pemandu museum dan edukator museum.

Pemandu Museum

Seorang pemandu museum bertanggung jawab untuk memberikan tur atau panduan langsung kepada pengunjung selama kunjungan mereka ke museum. Mereka membantu pengunjung untuk memahami dan menghargai koleksi dengan memberikan informasi langsung tentang artefak, karya seni, atau pameran tertentu.

Pemandu museum lebih fokus pada interaksi langsung dengan pengunjung selama tur atau kunjungan, menjawab pertanyaan dan memberikan wawasan langsung. Memerlukan skill khusus berupa kemampuan berbicara dan menjelaskan dengan jelas. Serta pengetahuan yang mendalam tentang koleksi museum.

Tujuan utama dari seorang pemandu museum dengan memberikan pengalaman langsung yang informatif dan memikat bagi pengunjung. Sehingga pengunjung akan merasa betah dan menikmati perjalanan edukasi dan hiburan selama di museum. Serta seorang pemandu museum juga akan membantu pengunjung untuk terlibat secara langsung dengan artefak atau pameran.

Edukator Museum

Sedangkan seorang edukator museum berfokus pada pengembangan program pendidikan dan materi edukatif yang dapat diakses oleh berbagai kelompok, termasuk sekolah, keluarga, dan masyarakat umum.

Mereka merancang dan memberikan program, lokakarya, atau kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap warisan budaya dan seni. Profesi edukator museum dapat bekerja dengan kelompok besar atau kecil dan menyampaikan materi edukatif dalam berbagai format, termasuk presentasi, lokakarya, dan permainan interaktif.

Oleh sebab itu mereka memerlukan keterampilan dalam bidang kemampuan merancang program edukatif yang menarik. Serta keterampilan komunikasi yang baik dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai kelompok pengunjung.

Hadirnya seorang edukator museum bertujuan agar mendorong pemahaman yang mendalam dan kontekstual tentang koleksi museum bagi para wisatawan serta menjangkau audiens yang lebih luas dan mendidik melalui program-program pendidikan.

Perbedaan Utama

Setelah mendapatkan gambaran mengenai apa itu pemandu museum dan edukator museum mari kita telaah lebih jauh mengenai perbedaan dari kedua profesi tersebut

1. Fokus Interaksi

Seorang pemandu museum berfokus pada interaksi langsung dengan pengunjung selama tur atau kunjungan. Sedangkan bagi edukator museum memiliki fokus terhadap pengembangan program edukatif untuk berbagai kelompok.

2. Lingkup Pekerjaan

Bagi seorang pemandu museum ia menyajikan informasi secara langsung kepada individu atau kelompok kecil selama kunjungan. Sedangkan profesi sebagai edukator museum memilkki tujuan utama untuk engembangkan dan memberikan program pendidikan yang melibatkan audiens lebih besar.

Baca juga : Sikap Seorang Pemandu Museum

3. Waktu Interaksi

Pada poin ini seorang pemandu museum berinteraksi berlangsung selama tur atau kunjungan. Sementara itu seorang edukator museum melakukan interaksi agar dapat melibatkan serangkaian kegiatan yang terjadi selama periode waktu tertentu.

4. Tujuan Akhir

Profesi pemandu museum memiliki tujuan akhir untuk memberikan pengalaman langsung dan mendalam selama kunjungan bagi para wisatawan. Sementara seorang edukator museum bertujuan agar terciptanya pemahaman yang berkelanjutan melalui program edukatif yang sudah dirancang dan disediakan.

Kesimpulan

Meskipun pemandu museum dan edukator museum memiliki tujuan utama yang sama, yaitu meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap koleksi museum, perbedaan dalam pendekatan dan lingkup pekerjaan mereka menciptakan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung. Sementara pemandu museum mengeksplorasi artefak secara langsung dengan pengunjung, edukator museum merancang program pendidikan yang meresap lebih jauh ke dalam konteks budaya dan sejarah koleksi. Keduanya memiliki peran penting dalam memastikan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sumber inspirasi dan pengetahuan bagi masyarakat.

Anda tertarik menjadi bagian penjaga harta karun budaya seperti seorang kepemanduan museum? Mengikuti sertifikasi kepemanduan museum di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia adalah langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme dalam dunia museum. Ini tidak hanya membuka pintu peluang karir yang lebih luas, tetapi juga memperkuat kredibilitas dan memberikan akses ke jaringan profesional yang berharga. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mengembangkan keterampilan Anda dan mengambil langkah menuju kesuksesan dalam industri pertunjukan yang dinamis ini.

WhatsApp : +62 81215017975
Telp : 0274 543 761 (Ninda)
Instagram : @jana_dharma_indonesia
Email : lspp.janadharmaindonesia@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas