,

Serupa Tapi Tak Sama. Ini Perbedaan Beautician dan Terapis!


Ketahui Perbedaan Beautician dan Terapis. Raih karir impianmu dengan sertifikasi profesi SPA LSPP JDI

Di dunia kecantikan terdapat banyak profesi yang saling melengkapi untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan, dua di antaranya adalah beautician dan terapis. Walaupun sering dianggap serupa, keduanya memiliki peran, keahlian, dan tanggung jawab yang berbeda, lho! Pemahaman mengenai perbedaan ini sangatlah penting, baik bagi mereka yang ingin meniti karir di industri kecantikan maupun bagi para pelanggan yang ingin memilih layanan yang sesuai. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan utama antara pekerjaan beautician dan terapis.

Perbedaan Beautician dan Terapis:

1. Bidang Pekerjaan

  • Beautician

Seorang profesional kecantikan yang fokus utamanya ialah pada perawatan kulit, rambut, dan kuku. Mereka ahli dalam memberikan perawatan wajah seperti facial, perawatan rambut seperti potong rambut, mewarnai, dan perawatan kuku seperti manikur dan pedikur.

  • Terapis

Terapis merupakan seorang profesional terapi tubuh yang berfokus pada pemulihan dan relaksasi fisik. Mereka melakukan pijat, terapi fisik, dan menggunakan teknik relaksasi lainnya untuk mengurangi stres dan meningkatkan  kebugaran serta kesejahteraan tubuh.

2. Tujuan Pekerjaan

  • Beautician

Bertujuan untuk meningkatkan penampilan fisik klien mereka. Mereka bekerja dengan berbagai produk dan peralatan kecantikan untuk memberikan hasil yang lebih baik dalam hal penampilan dan perawatan kulit, rambut, dan kuku.

  • Terapis

Terapis bertujuan untuk memperbaiki keseimbangan dan kesehatan fisik klien mereka. Mereka fokus pada menghilangkan ketegangan, meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi rasa sakit, dan memberikan perasaan relaksasi secara keseluruhan.

3. Pendekatan dan Metode

  • Beautician

Menggunakan pendekatan berbasis produk dan prosedur untuk melakukan perawatan kecantikan. Mereka menggunakan krim, losion, alat-alat kecantikan, dan teknik spesifik untuk mencapai hasil yang diinginkan. Mereka juga memiliki pengetahuan tentang jenis kulit, produk yang cocok, dan tren kecantikan terkini.

  • Terapis

Terapis menggunakan pendekatan terapi fisik dan psikologis. Mereka menggunakan teknik pijat, perawatan air, aromaterapi, dan terapi tubuh lainnya untuk mencapai tujuan pemulihan dan relaksasi.

4. Kualifikasi dan Pelatihan

  • Beautician

Untuk menjadi seorang Beautician, seseorang biasanya perlu mengikuti pelatihan formal di sekolah kecantikan atau institusi yang serupa. Mereka mempelajari teknik kecantikan, perawatan kulit, rambut, dan kuku, serta belajar tentang produk-produk kecantikan.

  • Terapis

Sementara itu, untuk menjadi seorang terapis, seseorang biasanya perlu mengikuti pelatihan terapi tubuh yang mencakup pemahaman tentang anatomi, teknik pijat, terapi air, dan pendekatan holistik lainnya.

5. Ruang Lingkup Praktik

  • Beautician

Umumnya sosok beautician bekerja di salon kecantikan, spa, atau klinik kecantikan. Mereka melayani klien yang mencari perawatan kecantikan rutin atau perawatan sebelum acara penting. Mereka juga dapat bekerja sebagai makeup artist untuk acara khusus seperti pernikahan atau pemotretan.

  • Terapis

Sedangkan Terapis dapat bekerja di spa, pusat kesehatan, pusat kebugaran, atau bahkan secara mandiri. Mereka melayani klien yang mencari relaksasi, pemulihan fisik, dan pengurangan stres melalui terapi tubuh.

Tertarik Berkarir Menjadi Beautician atau Terapis SPA?

Jadi, meskipun pekerjaan beautician dan therapist berhubungan dengan kecantikan dan perawatan tubuh, ada perbedaan yang jelas antara keduanya. Beautician berfokus pada perawatan kecantikan dan penampilan fisik, sedangkan terapis berfokus pada pemulihan fisik dan relaksasi. Metode, pendekatan, dan lingkup praktik mereka juga berbeda.

Penting untuk memahami perbedaan ini agar dapat memilih dengan bijak jika Kamu ingin mencari perawatan kecantikan atau terapi tubuh yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuanmu. Atau jika Kamu berminat untuk berkarir menjadi salah satunya. Akan tetapi, seorang Beautician maupun therapist yang telah ahli dalam tata kecantikan harus memiliki sertifikat kompetensi, karena seseorang yang memiliki sertifikat akan memperoleh nilai plus. Selain itu, sertifikasi dapat menunjukkan apabila kompetensi orang tersebut telah disetujui berdasarkan evaluasi dan pengujian oleh pihak yang sudah diakui skillnya. 

Untuk memperoleh sertifikat kompetensi, Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia adalah lembaga pendukung Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang bertanggungjawab melaksanakan uji kompetensi, menerbitkan sertifikat kompetensi serta melakukan verifikasi tempat uji kompetensi pada bidang pariwisata, termasuk pada bidang SPA, seperti perawatan badan dan perawatan wajah.

Dalam bidang tata kecantikan dan SPA, Lembaga Sertifikasi Jana Dharma Indonesia mempunyai 5 skema yang dapat anda ikuti, yaitu

  1. Skema Pijat Kehamilan (prenatal) dengan SPA
  2. Skema Pijat Bayi dengan SPA
  3. Skema Perawatan Wajah
  4. Skema Perawatan Melahirkan Khas Indonesia
  5. Skema Perawatan Badan

Untuk konsultasi gratis, Kamu dapat menghubungi:

Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia:

Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta


Avatar Admin Media Sosial JDI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *