4 Teknik Videografi Ini Bikin Video Kamu Lebih Menarik!
Admin Media Sosial JDI | Diposting pada |

Di era digital, video menjadi kunci utama dalam mempromosikan destinasi wisata. Video tak hanya menampilkan gambar, tapi juga menghidupkan pengalaman yang menarik perhatian wisatawan dari seluruh dunia. Sebagai juru video destinasi wisata, kamu tidak hanya merekam momen; kamu menciptakan karya visual yang menggugah, mengundang penonton merasakan keindahan tempat yang sedang ditampilkan.
Jika kamu tertarik untuk terjun ke dunia ini, sekaranglah saat yang tepat! Dengan menguasai teknik-teknik videografi yang diperlukan, kamu bisa menjadi juru video destinasi wisata yang profesional. LSPP Jana Dharma Indonesia menyediakan sertifikasi yang akan membekalimu dengan keahlian dan pengakuan resmi di dunia pariwisata digital. Siap memulai perjalanan karier videografi yang menakjubkan? Mari pelajari teknik-teknik dasar yang akan membantumu sukses di dunia videografi destinasi wisata!
Daftar Isi
ToggleTeknik Pengambilan Videografi
Sebelum menjadi seorang juru video destinasi wisata profesional, kamu harus menguasai berbagai teknik pengambilan video yang akan membantumu menghasilkan karya berkualitas tinggi. Sebagai videografer, kamu perlu tahu kapan dan bagaimana mengatur kamera untuk mendapatkan hasil video yang sempurna. Beberapa teknik dasar yang harus kamu kuasai meliputi teknik komposisi gambar, pergerakan kamera, hingga pencahayaan yang tepat.
Teknik Komposisi Gambar
Komposisi gambar adalah dasar dari setiap karya videografi yang sukses. Berikut adalah beberapa teknik komposisi yang penting untuk menghasilkan video yang menarik:
1. Rule of Thirds
Teknik ini melibatkan membagi frame menjadi sembilan bagian yang sama dengan dua garis horizontal dan dua garis vertikal. Poin-poin penting dalam frame sebaiknya diletakkan di persimpangan garis-garis tersebut untuk menciptakan keseimbangan visual. Rule of thirds membantu menciptakan komposisi yang dinamis dan tidak monoton.
2. Leading Lines
Dalam videografi, leading lines adalah garis-garis yang mengarahkan pandangan penonton ke titik tertentu dalam frame. Garis ini bisa berupa jalan setapak, sungai, atau bahkan bangunan yang membentuk pola garis. Teknik ini akan memberi kedalaman dan arah pada video yang kamu buat.
3. Framing
Framing adalah teknik menggunakan elemen di sekitar objek utama untuk membingkai subjek video. Misalnya, kamu bisa menggunakan daun pohon yang menggantung atau pintu yang terbuka sebagai frame untuk menyoroti objek utama dalam video. Ini menciptakan kesan estetis dan memberi fokus pada subjek yang penting.
4. Depth of Field
Depth of field (DOF) mengacu pada seberapa jauh latar belakang tetap tajam atau blur dalam video. Dengan mengatur aperture kamera, kamu bisa menciptakan efek bokeh yang menarik, di mana latar belakang tampak blur sementara subjek tetap fokus. Teknik ini bertujuan untuk menciptakan efek dramatis atau untuk menonjolkan objek tertentu. Kamu bisa mempelajari teknik komposisi ini secara lebih detail pada penjelasan video berikut dari Kemenkeu Learning Center.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Juru Foto Destinasi Wisata Menjadi Kunci Sukses Wisata
Teknik Pergerakan Kamera
Pergerakan kamera yang tepat dapat meningkatkan kualitas video dan menciptakan pengalaman menonton yang lebih mendalam. Beberapa jenis pergerakan kamera yang sering videografer destinasi wisata gunakan adalah:
1. Pan
Pergerakan horizontal kamera dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Teknik ini digunakan untuk mengikuti pergerakan objek atau memperlihatkan pemandangan yang luas.
2. Tilt
Tilt adalah pergerakan kamera secara vertikal, biasanya dari atas ke bawah atau sebaliknya. Teknik ini bisa digunakan untuk memperlihatkan objek dari sudut yang berbeda atau memberikan kesan dramatis pada pemandangan.
3. Dolly
Dolly adalah pergerakan kamera yang melibatkan pemindahan kamera dari satu tempat ke tempat lain, misalnya, menggeser kamera ke depan atau ke belakang. Ini memberikan kesan mendalam pada video dan sering digunakan untuk memperkenalkan suatu destinasi dengan lebih menarik.
4. Tracking Shot
Tracking shot adalah pergerakan kamera yang mengikuti objek atau karakter dalam perjalanan. Teknik ini sering digunakan untuk menambahkan dinamis dalam video dan memberikan kesan real-time. Kamu bisa mempelajari teknik ini secara lebih mendetail dari Youtube ArtodiPro berikut.
Teknik Sudut Pengambilan Gambar (Camera Angles)
Mengubah sudut pengambilan gambar dapat memberikan kesan yang sangat berbeda pada video. Berikut beberapa teknik sudut pengambilan gambar yang wajib kamu kuasai:
1. High Angle
Pengambilan gambar dari sudut tinggi memberi kesan bahwa subjek lebih kecil atau lebih lemah. Teknik ini bisa digunakan untuk memperlihatkan pemandangan atau menonjolkan sesuatu dari atas.
2. Low Angle
Sebaliknya, pengambilan gambar dari sudut rendah memberikan kesan subjek lebih besar, lebih kuat, atau lebih dominan. Ini sering orang gunakan untuk menonjolkan objek besar seperti monumen atau bangunan ikonik.
3. Eye Level
Pengambilan gambar dari sudut mata manusia ini memberikan kesan yang lebih natural dan realistis. Teknik ini sangat baik digunakan untuk menangkap aktivitas sehari-hari atau saat ingin membuat penonton merasa lebih terhubung dengan objek dalam video.
Baca Juga: Ini Rincian Tugas Koordinator Pemasaran Desa Wisata yang Paling Krusial
Teknik Pencahayaan dalam Videografi
Pencahayaan adalah elemen penting dalam videografi karena dapat mengubah suasana hati dan estetika video. Berikut adalah beberapa teknik pencahayaan yang perlu kamu perhatikan:
1. Natural Lighting
Memanfaatkan cahaya alami, terutama saat matahari terbit atau terbenam, dapat menciptakan efek dramatis dan memperindah warna video. Pencahayaan alami memberikan kesan yang lebih lembut dan hangat, cocok untuk menyorot keindahan alam.
2. Backlighting
Backlighting adalah teknik di mana sumber cahaya diletakkan di belakang objek, menciptakan siluet yang dramatis. Teknik ini sering videografer gunakan untuk menambah efek misterius atau artistik dalam video.
3. Three-Point Lighting
Ini adalah teknik pencahayaan standar dalam videografi, yang menggunakan tiga sumber cahaya utama: key light (cahaya utama), fill light (cahaya pengisi), dan back light (cahaya belakang) untuk menciptakan dimensi pada subjek. Kamu bisa mempelajari teknik pencahayaan ini dari penjelasan Video Medcom.id berikut.
Software Populer untuk Videografi
Sebagai videografer, kamu tidak bisa hanya mengandalkan teknik videografi. Kamu juga akan membutuhkan software pengeditan video yang dapat membantu menciptakan video berkualitas tinggi. Beberapa software populer yang sering videografer profesional adalah:
- Adobe Premiere Pro: Salah satu software editing video profesional yang banyak orang gunakan di industri videografi. Premiere Pro menawarkan berbagai fitur canggih untuk editing, color grading, dan audio mixing.
- Final Cut Pro: Software editing video yang eksklusif untuk pengguna Mac. Final Cut Pro memiliki keunggulan dalam hal kecepatan rendering dan fitur-fitur kreatif.
- DaVinci Resolve: Terkenal dengan kemampuan color grading-nya yang luar biasa, DaVinci Resolve juga menawarkan fitur editing video yang sangat kuat dan gratis untuk versi dasar.
Baca Juga: Ingin Jadi Juru Video Destinasi Wisata? Cek Tugas dan Gajinya!
Kesempatan Emas di Dunia Videografi Destinasi Wisata
Di dunia pariwisata yang terus berkembang, juru video destinasi wisata kini menjadi profesi primadona. Video telah menjadi alat utama untuk mempromosikan destinasi, menciptakan kesan mendalam, dan menggugah minat wisatawan. Setiap destinasi, baik pantai eksotis, pegunungan indah, atau kota bersejarah, memerlukan video berkualitas tinggi untuk menampilkan keindahan dan keunikannya. Selain itu, dengan kemajuan teknologi yang pesat, para juru video kini dapat menghasilkan karya yang lebih kreatif dan menarik, sehingga peluang untuk berkarir di bidang ini semakin besar. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang tertarik pada dunia kreatif videografi, profesi ini menawarkan banyak kesempatan untuk berkembang dan mengeksplorasi berbagai tempat menakjubkan.
Pendapatan sebagai juru video destinasi wisata bisa sangat menggiurkan, tergantung pada pengalaman, keahlian, dan kualitas karya yang kamu tawarkan. Banyak juru video profesional yang berhasil meraih pendapatan fantastis melalui proyek-proyek besar, seperti dengan agen pariwisata, organisasi event internasional, atau bahkan kolaborasi dengan brand global. Selain itu, permintaan akan konten visual yang segar dan menarik terus meningkat, sehingga membuka peluang lebih luas untuk meraih penghasilan tinggi. Dengan semua tren ini, profesi ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga sangat menguntungkan, terutama jika kamu memiliki kecintaan pada seni videografi dan keinginan untuk menjelajahi dunia.
Mengapa Sertifikasi Juru Video Destinasi Wisata di LSPP Jana Dharma Indonesia Adalah Langkah Cerdas
Bayangkan menjadi juru video destinasi wisata yang menghasilkan karya visual yang menginspirasi jutaan orang untuk mengunjungi tempat-tempat baru. Dengan Sertifikasi Juru Video Destinasi Wisata dari LSPP Jana Dharma Indonesia, kamu mendapatkan pengakuan profesional yang membuka banyak peluang di industri pariwisata. Sertifikat resmi dari BNSP membuktikan bahwa kamu menguasai teknik videografi secara profesional, siap menciptakan video yang tak hanya dilihat, tetapi dirasakan oleh audiens.
Selain keterampilan teknis, sertifikasi ini juga mengajarkan cara membuat video yang dapat menjual destinasi wisata. Bergabung dengan LSPP Jana Dharma Indonesia memberimu kesempatan untuk bergabung dengan komunitas profesional yang memperluas jaringan dan membuka peluang karier, baik di proyek internasional maupun destinasi impian. Ini adalah kesempatan untuk mengubah passion menjadi karir yang menguntungkan, sambil menjelajahi dunia dengan kamera di tangan.
Info lebih lanjut, kamu dapat menghubungi:
- CS WhatsApp: +6285191630530
- Telp: (0274) 543 761
- Instagram: @jana_dharma_indonesia
- Email : [email protected]
Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia:
Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.