Featured post

BNSP lakukan Monitoring Terhadap Proses Sertifikasi LSP Pariwisata Cabang DIY

bnsp foto bersamaBadan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kembali mengadakan monitoring terhadap LSP Pariwisata Cabang DIY yang dilakukan oleh Komisi Pengendalian Mutu Sertifikasi Selasa (23/12) bertempat di Kantor Cabang LSP Pariwisata DIY. Monitoring ini dilakukan oleh Inda Mapiliandari dan Martinus terhadap kegiatan dan dokumen milik LSP Pariwisata. Inda Mapiliandri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BNSP selain kegiatan survaillance terhadap LSP-LSP yang telah dilicensi oleh BNSP. Selain proses sertifikasi, kami juga memberikan saran-saran dalam rangka perbaikan dan pengendalian mutu LSP agar terjamin kualitasnya. Ditambahkan oleh Inda, LSP Pariwisata merupakan LSP yang rentan terhadap komplain dari user mengingat sektor pariwisata merupakan sektor yang akan bersaing langsung di Masyarakat Ekonomi ASEAN. Inda sangat berharap kepada LSP Pariwisata Cabang DIY agar mampu menjadi lokomotif pengembangan SDM Pariwisata, apalagi Jogja merupakan destinasi wisata. Continue reading

BNSP Targetkan Melisensi 600 LSP

amaris making bedBadan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menargetkan akan melisensi sebanyak 600 lembaga sertifikasi profesi (LSP) hingga tahun 2019 mendatang.Untuk tahun ini, BNSP menargetkan melisensi sebanyak 350 LSP. Adapun hingga saat ini, LSP yang sudah dilisensi oleh BNSP sebanyak 153.”Pada akhir tahun dari 153 itu kami targetkan bisa mencapai 350 LSP. Itu target kami,” kata Ketua BNSP Sumarna Abdurahman, Kamis (26/3/20015).Semenara untuk tenaga kerja yang telah memiliki sertifikasi kompetensi, hingga 2019 ditargetkan sebanyak 10 juta pekerja dari seluruh sektor yang ada, baik formal maupun informal.
Continue reading

BNSP Sosialisasi Program Sertifikasi Kompetensi

chef decorating dessertBadan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam satu pekan ke depan akan melakukan sosialisasi terkait program sertifikasi kompetensi pada 2015. Kegiatan sosiaslisasi yang digelar di Kantor BNSP ini akan diikuti oleh 153 lembaga sertifikasi profesi (LSP) terlisensi. Sosialisasi program dilakukan dalam beberapa gelombang.”Karena keterbatasan fasilitas untuk gelombang pertama diikuti oleh 30 LSP,” kata Ketua BNSP Sumarna Abdurahman seperti dikutip dari website resmi BNSP, Selasa (24/3/2015).Dia menambahkan, sertifikasi sangat penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah internasional, terutama dalam kaitan pasar bebas regional.”Sertifikasi ini untuk membanngun harmonisasi kesatuan standar dengan negara-negara Asean agar tenaga kerja kita mampu bersaing,” ujarnya.

LSP Pariwisata DIY, Selenggarakan Pelatihan Work Place Assesor (WPA) Program

LSP Pariwisata DIY, Selenggarakan Pelatihan Work Place Assesor (WPA) Program | LSP Pariwisata 

uji kompetensi lsp par yogyakartaMulai Senin (23/3) bertempat di ruang Borobudur, LSP Pariwisata DIY melaksanakan pelatihan Assesor Angkatan X yang diikuti 22 orang peserta.  Pelatihan ini dilaksanakan selama  7 hari dan akan berakhir Minggu (29/3) dengan dipandu dengan 4 Master Assesor BNSP.  Pada kesempatan ini Direktur Eksekutif LSP Pariwisata Cabang DIY Hairullah Gazali menyampaikan bahwa diawal kompetisi ASEAN ini , LSP Pariwisata telah bersiap diri, yang dalam konteks ini mempersiapkan tenaga penguji agar mampu melakukan pengukuran terhadap kualifikasi ASEAN yang telah disepakati Indonesia dengan beberapa negara ASEAN.

Continue reading

Ikuti Program Uji Kompetensi (in house) Paket 50% Karyawan Hotel Tersertifikasi

Program Uji Kompetensi (in house) Paket  50% Karyawan Hotel  Tersertifikasi | LSP Pariwisata

gallery prawirotamanDalam rangka meningkatkan kualitas layanan hotel dan mengacu kepada Peraturan Menteri NOMOR PM.53/HM.001/MPEK/2013 TENTANG STANDAR USAHA HOTEL diharapkan hotel memiliki 50% karyawan yang tersertifikasi kompetensi oleh LSP Pariwisata. Kondisi ini merupakan kewajiban yang tidak dapat dihindarkan oleh pengusaha dan masuk kedalam kriteria Mutlak. Secara umum bagi hotel mempekerjakan karyawan yang bersertifikat lebih menguntungkan dibanding dengan yang tidak bersertifikat karena dapat dipastikan bahwa karyawan telah dijamin sesuai derajat kompetensi yang dimaksud.

Continue reading

Program Uji Kompetensi Tour Guide (Pemandu Wisata/Pramuwisata) 2015

Uji Kompetensi Pramuwisata 2015

program pemandu wisataPramuwisata atau tour guide atau yang lebih kita kenal pemandu wisata merupakan garda terdepan dalam melayani wisatawan untuk berkunjung ke destinasi atau daya tarik wisata. Sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah kegiatan perjalanan, pramuwisata memiliki peran yang strategis untuk memperkuat citra destinasi melalui profesionalisme yang dibawanya. Pramuwisata yang profesional adalah pramuwisata yang kompeten dan memahami serta mengerti seluk beluk kepemanduan. Untuk mengetahui kompetensi pramuwisata dilakukan proses pengukuran yang disebut sebagai uji kompetensi. Sertifikasi kompetensi Tour Guide/Pramuwisata menjadi penting manakala munculnya UU Kepariwisataan No. 10 Tahun 2009 yang telah diamanahkan. UU ini diperkuat dengan munculnya PP 52 Tahun 2012 Tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha Pariwisata yang mewajibkan semua tenaga kerja pariwisata untuk tersertifikasi. Kegiatan sertifikasi kompetensi pramuwisata ini dapat diikuti siapa saja tidak membedakan latar belakang pendidikan, umur dan jenis kelamin. Bagi SDM pramuwisata sendiri sertifikasi kompetensi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya saing didunia kerja agar lebih mudah terserap dan dapat meningkatkan nilai jual SDM. Continue reading