Featured post

BNSP lakukan Monitoring Terhadap Proses Sertifikasi LSP Pariwisata Cabang DIY

bnsp foto bersamaBadan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kembali mengadakan monitoring terhadap LSP Pariwisata Cabang DIY yang dilakukan oleh Komisi Pengendalian Mutu Sertifikasi Selasa (23/12) bertempat di Kantor Cabang LSP Pariwisata DIY. Monitoring ini dilakukan oleh Inda Mapiliandari dan Martinus terhadap kegiatan dan dokumen milik LSP Pariwisata. Inda Mapiliandri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BNSP selain kegiatan survaillance terhadap LSP-LSP yang telah dilicensi oleh BNSP. Selain proses sertifikasi, kami juga memberikan saran-saran dalam rangka perbaikan dan pengendalian mutu LSP agar terjamin kualitasnya. Ditambahkan oleh Inda, LSP Pariwisata merupakan LSP yang rentan terhadap komplain dari user mengingat sektor pariwisata merupakan sektor yang akan bersaing langsung di Masyarakat Ekonomi ASEAN. Inda sangat berharap kepada LSP Pariwisata Cabang DIY agar mampu menjadi lokomotif pengembangan SDM Pariwisata, apalagi Jogja merupakan destinasi wisata. Continue reading

Banyuwangi Siapkan Kemampuan SDM Pariwisata Selevel ASEAN

LSP Pariwisata | Sertifikasi Kompetensi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membantu pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, agar memiliki sertifikat setara dengan yang berlaku di Asia Tenggara atau ASEAN. “Alhamdulillah, sudah ada komitmen dari Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk membantu pengembangan SDM pariwisata Banyuwangi. Hal itu sudah disamgandrungpaikan Pak Arief ketika peluncuran Banyuwangi Festival 2015 di Jakarta beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Yanuar Bramuda saat dihubungi di Banyuwangi, Rabu (4/3/2015).

Ia menjelaskan bahwa untuk tahap ini ada 100 SDM pariwisata di Banyuwangi yang difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat dari “ASEAN Common Competency Standards for Tourism Professionals” (ACCSTP).

ACCSTP, lanjut Yanuar, telah disepakati dan diakui bagi industri pariwisata, mulai dari restoran, agen perjalanan, sampai bidang minat khusus seperti arung jeram. Menurut Yanuar, dengan memperoleh sertifikat tersebut, maka SDM pariwisata di kabupaten yang dikenal sebagai “The Sunrise of Java” itu kompetensinya akan lebih meningkat.

“Kemampuannya pun bakal lebih diakui di industri pariwisata tingkat ASEAN. Dengan peningkatan kompetensi, diharapkan pelayanan dan kinerja SDM di Banyuwangi ini juga semakin membaik,” tuturnya.

Selain sertifikasi, studi kepariwisataan di Banyuwangi akan diperkuat dengan menyinergikan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) di bawah naungan Kemenpar dengan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).

Di Poliwangi sendiri sudah ada Jurusan Manajemen Bisnis Pariwisata dengan jenjang Diploma 4. Sejak 2013, jurusan tersebut kini sudah mendidik 150 mahasiswa. “Untuk teknisnya akan segera dibahas dengan dirjen terkait di Kementerian Pariwisata,” kata Yanuar. Dia mengatakan kerja sama tersebut bisa mengakselerasi kemampuan mahasiswa Poliwangi karena STP di Bali tentu sudah punya pengalaman lebih panjang di bidang pengembangan SDM pariwisata.

Beberapa bidang studi kepariwisataan yang bisa dikerjasamakan antara lain wisata bahari, wisata minat khusus, dan wisata pertanian.

Gowongan in Hotel Yogyakarta Bekerjasama dengan LSP Pariwisata Cabang DIY Untuk Uji Kompetensi Karyawan

guneman-mintiarti

Mintiarti, GM Hotel Gowongan In Yogyakarta
sumber : Kabare Magazine

Hotel Gowongan in Yogyakarta bekerjasama dengan LSP Pariwisata Cabang DIY menyelenggarakan uji kompetensi bagi karyawannya. General Manager Hotel Gowongan In, Mintiarti menyampaikan kepada Redaksi lsppariwisata.com bahwa program uji kompetensi kali ini bertujuan untuk mempersiapkan Hotelnya agar memenuhi ketentuan standar usaha. “Kami tetap concern, untuk menjadi bintang 3, oleh karena itu kami mempersiapkan diri untuk sesuai dengan standar yang diisyaratkan”. Uji kompetensi ini bertempat di TUK Hotel Gowongan in dan dilaksanakan mulai tgl 4-12 Maret 2015 dengan total peserta 28 orang dari berbagai bidang (FO, HK, FB dan level Manajerial) Continue reading

SMKN 1 Sewon Bantul Lakukan Uji Kompetensi Siswa

LSP Pariwisata | Sertifikasi Kompetensi Siswa

Menghadapi tantangan global dan sebagai wujud jaminan kelulusan siswa SMK Negri 1 Sewon Bantul lakukan uji kompetensi bekerjasama dengan LSP Pawisata Cabang DIY. Kepala Sekolah SMK 1 Sewon, Dra. Hj. Sudaryati menyatakan bahwa penting bagi SMKHk pak bosco sewN 1 Sewon untuk terus meningkatkan kualitas lulusannya dan uji kompetensi ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan. Bagi SMKN 1 Sewon saat ini pihaknya memang sedang berbenah tidak hanya di aspek fisik saja namun lebih kepada pendekatan non fisik. Juga hadir  Dalam kegiatan general sesion (25/2) yang bertempat di Aula SMKN 1 Sewon, Direktur Eksekutif LSP Pariwisata DIY, Hairullah Gazali. Pada kesempatan ini Hairullah menegaskan bahwa uji kompetensi menjadi penting bagi siswa saat ini mengingat PP 52 5 tahun 2012, tentang sertifikasi usaha dan sertifikasi kompetensi telah mewajibkan tenaga kerja pariwisata untuk tersertifikasi. Di hotel saja menurut iroel panggilan akrab Hairullah Gazali wajib 50% karyawannya memegang sertifikat kompetensi. Dalam sambutannya, menurut iroel, ini merupakan peluang tersendiri bagi calon tenaga kerja yang memegang sertifikat kompetensi untuk masuk ke sektor pariwisata dan mendapatkan peluang kerja dengan cepat. “mau tidak mau, kita harus menyesuaikan diri untuk

Akhir 2015, BNSP Targetkan 120.000 Tenaga Kerja Tersertifikasi

LSP Pariwisata | Sertifikasi KOMPETENSI pariwisataHouse Keeping

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menargetkan sertifikasi 120.000 tenaga kerja hingga akhir Desember 2015 mendatang. Untuk mencapai target ini, dilakukan percepatan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) khususnya di 12 sektor yang menjadi prioritas ASEAN. Hal tersebut dikemukakan Kepala BNSP, Sumarna Abdurrahman, dalam sebuah diskusi bersama anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (10/2). Sumarna mengatakan, saat ini, dari 162 jenis usaha yang ada di Kadin, baru sepertiga yang memiliki LSP.”Dengan adanya sertifikasi tersebut, tenaga kerja akan diakui karena memiliki standar yang sama dengan ASEAN,” jelas Sumarna. Continue reading

Ini 3 Strategi Kemenaker Hadapi MEA

LSP Pariwisata | Sertifikasi KOMPETENSI pariwisata

Uji Kompetensi IHS Solo 3Kementerian Ketenagakerjaan memiliki tiga strategi penting untuk menyambut pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhrir tahun ini.Tiga strategi tersebut adalah mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia, melakukan percepatan sertifikasi profesi bagi tenaga kerja, serta pengendalian tenaga kerja asing.”Itu tiga strategi yang kami siapkan menyambut pasar bebas Asean. Kami bekerjasama dengan seluruh pihak terkait,” kata Menteri Ketenagakerjaan hanif Dhakiri, Kamis (12/2/2015).Untuk percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja dan proses sertifikasi, Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan berbagai pelatihan dan pendidikan yang melibatkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan pelaku usaha.
Continue reading