ID

training cleaning service dulu, sertifikasi bnsp kemudian

Training Cleaning Service Dulu, Sertifikasi BNSP Kemudian!

Blog, ID

Pernahkah kamu berpikir bahwa pekerjaan cleaning service itu cukup menyapu dan mengepel saja? Kalau iya, mungkin kamu belum tahu bahwa pekerjaan ini sebenarnya membutuhkan keterampilan dan pengetahuan khusus. Di balik pekerjaan yang tampak sederhana, cleaning service yang profesional harus menguasai teknik kebersihan yang efektif, penggunaan alat khusus, hingga standar keselamatan kerja. Nah, di sinilah peran training cleaning service jadi sangat penting. Bagi kamu yang ingin menekuni profesi ini secara profesional atau ingin meningkatkan skill agar bisa bersaing di pasar kerja, mengikuti pelatihan adalah langkah awal yang tepat. Training ini tidak hanya membekali kamu dengan ilmu dan keterampilan dasar, tetapi juga membuka jalan menuju sertifikasi resmi yang terakui secara nasional. Yuk, kita bahas lebih lanjut apa saja yang akan kamu pelajari, berapa biaya yang perlu kamu siapkan, dan bagaimana langkah selanjutnya setelah pelatihan. Apa Itu Training Cleaning Service? Training cleaning service adalah program pelatihan yang dirancang khusus untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan dalam bidang kebersihan profesional. Pelatihan ini biasanya diberikan oleh lembaga pelatihan kerja (LPK) atau lembaga sertifikasi profesi yang terdaftar resmi di Indonesia. Dalam pelatihan ini, kamu akan belajar tentang berbagai jenis pekerjaan kebersihan. Mulai dari membersihkan ruangan perkantoran, rumah sakit, hingga area industri. Tak hanya itu, kamu juga akan belajar cara menggunakan peralatan modern, memilih bahan pembersih yang tepat, serta menerapkan standar kebersihan yang aman dan ramah lingkungan. Training ini sangat berguna bagi kamu yang ingin bekerja di perusahaan jasa kebersihan, rumah sakit, hotel, atau bahkan membuka usaha cleaning service sendiri. Dengan mengikuti pelatihan, kamu tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan dari klien atau calon pemberi kerja. Baca Juga: Pahami SOP Pelayanan Pelanggan dan Tingkatkan Kepuasan dengan Mudah! Apa Saja yang Akan Kamu Pelajari Saat Training Cleaning Service? Ketika kamu mengikuti training cleaning service, kamu akan mendapatkan materi yang komprehensif dan terstruktur. Tujuannya bukan hanya untuk membuat kamu paham cara membersihkan ruangan, tapi juga agar kamu bisa bekerja secara profesional dan efisien. Berikut beberapa materi penting yang biasanya dalam training ajarkan: 1. Pengenalan Profesi Cleaning Service Di awal pelatihan, kamu akan dikenalkan dengan peran dan tanggung jawab seorang cleaning service profesional. Ini penting agar kamu memahami ekspektasi pekerjaan dan bisa memberikan pelayanan yang maksimal. 2. Teknik Membersihkan Berbagai Jenis Area Kamu akan belajar cara membersihkan berbagai jenis ruangan seperti: Kantor Kamar mandi Area publik Kamar rumah sakit Dapur industri Lantai, kaca, dan karpet Setiap area tentu memiliki teknik dan peralatan yang berbeda, dan kamu akan dilatih untuk menguasai semuanya. 3. Penggunaan Alat dan Bahan Pembersih Tidak semua alat pembersih bisa digunakan sembarangan. Kamu akan diajarkan cara menggunakan vacuum cleaner industri, floor polisher, mop set profesional, hingga alat-alat pembersih kaca tinggi. Selain itu, kamu juga akan belajar memilih bahan pembersih yang sesuai dan aman digunakan. 4. Prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Pelatihan ini juga membahas pentingnya K3 dalam pekerjaan cleaning service. Kamu akan belajar cara melindungi diri dari bahan kimia berbahaya, memakai APD (alat pelindung diri), serta memahami SOP darurat jika terjadi kecelakaan kerja. 5. Etika dan Sikap Kerja Profesional Cleaning service bukan hanya soal teknis, tapi juga soal attitude. Kamu akan diajarkan etika kerja, komunikasi dengan klien, cara menjaga privasi pelanggan, hingga bagaimana bersikap sopan dan profesional selama bekerja. Baca Juga: Alat Cleaning Service Terbaru yang Harus Kamu Ketahui Hal yang Perlu Kamu Tanyakan atau Perhatikan Saat Mengikuti Training Cleaning Service Sebelum kamu mendaftar training cleaning service, ada beberapa hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan. Tujuannya supaya kamu mendapatkan pelatihan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhanmu. 1. Kredibilitas Lembaga Pelatihan Pastikan lembaga tempat kamu akan mengikuti pelatihan sudah terdaftar secara resmi, ini penting agar pelatihan yang kamu ikuti terakui oleh industri. 2. Kurikulum yang Ditawarkan Periksa apakah kurikulumnya mencakup semua aspek penting yang sudah dijelaskan di atas. Lembaga pelatihan yang baik biasanya memberikan detail kurikulum sebelum kamu mendaftar. 3. Durasi dan Jadwal Pelatihan Cari tahu berapa lama pelatihan berlangsung dan apakah jadwalnya fleksibel. Ini penting, terutama jika kamu bekerja atau punya kesibukan lain. 4. Biaya dan Fasilitas yang Kamu Dapat Tanyakan dengan jelas berapa biaya yang harus kamu keluarkan dan apa saja fasilitas yang akan kamu dapatkan, apakah termasuk konsumsi, sertifikat, modul pelatihan, hingga akses ke alat-alat praktik. 5. Sertifikat yang Dikeluarkan Pastikan kamu akan mendapatkan sertifikat pelatihan resmi setelah menyelesaikan training. Ini akan sangat membantu saat kamu melamar pekerjaan atau mengikuti uji sertifikasi BNSP. Baca Juga: HRD Pasti Suka! Begini Format CV Resepsionis Terbaik Berapa Biaya Training Cleaning Service? Biaya training cleaning service bisa bervariasi tergantung lembaga penyelenggara, durasi pelatihan, dan fasilitas yang disediakan. Namun, secara umum, kamu bisa menemukan pelatihan dengan biaya mulai dari Rp500.000 hingga Rp2.500.000. Untuk pelatihan bersertifikasi yang bekerja sama dengan LSP atau lembaga sertifikasi profesi resmi, biaya bisa sedikit lebih mahal, namun sebanding dengan manfaat yang akan kamu dapatkan. Beberapa pelatihan bahkan sudah termasuk fasilitas makan siang, modul pelatihan, baju kerja, dan alat praktik. Kamu juga bisa mencari informasi tentang pelatihan yang disubsidi oleh pemerintah atau melalui program kartu prakerja. Ini bisa sangat membantu untuk mengurangi beban biaya pelatihan. Baca Juga: Intip Gaji Bellboy di Hotel Bintang 5, Fantastis Banget! Setelah Training, Apa Langkah Selanjutnya? Mengikuti training cleaning service saja sebenarnya sudah menjadi langkah besar. Tapi kalau kamu benar-benar ingin meniti karier di bidang ini, ada beberapa langkah strategis yang bisa kamu ambil setelah pelatihan: 1. Mengikuti Sertifikasi Cleaning Service di LSPP Jana Dharma Indonesia Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSPP) Jana Dharma Indonesia adalah salah satu lembaga terpercaya yang menyelenggarakan uji kompetensi cleaning service. Setelah lulus training, kamu bisa mengikuti uji sertifikasi untuk mendapatkan sertifikat resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Sertifikat ini sangat penting karena menjadi bukti bahwa kamu memiliki kompetensi yang diakui secara nasional. Dengan sertifikasi ini, peluang kerja kamu akan jauh lebih besar, terutama di perusahaan besar atau instansi pemerintah. 2. Perluas Jaringan dan Portofolio Setelah pelatihan, jangan berhenti belajar. Bergabunglah dengan komunitas atau grup profesional di bidang cleaning service. Kamu juga bisa membangun portofolio dengan bekerja freelance atau menjadi bagian dari tim jasa kebersihan profesional. 3. Terus Belajar dan Upgrade Skill Bidang kebersihan juga terus

HRD Pasti Suka! Begini Format CV Resepsionis Terbaik

HRD Pasti Suka! Begini Format CV Resepsionis Terbaik

Bidang Hospitality, ID

Di era digital seperti sekarang ini, banyak pekerjaan mungkin bisa digantikan oleh teknologi, tapi satu profesi yang tetap dibutuhkan dan tidak mudah tergantikan adalah resepsionis. Posisi ini menjadi wajah pertama dari sebuah perusahaan, hotel, rumah sakit, maupun institusi lainnya. Tak heran, lowongan kerja resepsionis selalu terbuka di berbagai sektor, baik formal maupun informal. Dengan meningkatnya kebutuhan layanan prima dan interaksi langsung dengan pelanggan, profesi resepsionis menjadi salah satu ujung tombak pelayanan. Sayangnya, banyak pelamar yang belum memahami bagaimana cara membuat CV resepsionis yang menarik, padahal dokumen ini adalah tiket utama untuk masuk ke tahap wawancara. Kalau kamu sedang mencari pekerjaan di bidang ini, penting untuk memahami apa yang perlu kamu tonjolkan dalam CV-mu, serta apa saja yang HRD nilai saat proses rekrutmen berlangsung. Apa yang Harus Kamu Tonjolkan dalam CV Resepsionis? CV resepsionis harus mampu menunjukkan bahwa kamu tidak hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga kompetensi dan sikap profesional yang kuat. Lalu, apa saja poin penting yang sebaiknya kamu tonjolkan dalam CV? 1. Keterampilan Komunikasi Sebagai resepsionis, kemampuan komunikasi, baik verbal maupun tertulis adalah keharusan. Tampilkan pengalaman atau pelatihan yang menunjukkan kamu bisa berkomunikasi dengan baik dengan berbagai latar belakang tamu atau klien. 2. Pengalaman di Bidang Front Office Jika kamu pernah bekerja sebagai resepsionis, front desk agent, customer service, atau di bidang pelayanan, cantumkan secara jelas. HRD ingin melihat bahwa kamu punya pengalaman langsung menghadapi pelanggan. 3. Kemampuan Multitasking dan Administrasi Pekerjaan resepsionis seringkali melibatkan penjadwalan, menerima telepon, mengatur ruang rapat, hingga pengarsipan dokumen. Tonjolkan kemampuan multitasking dan perhatian terhadap detail. 4. Penguasaan Bahasa Asing (Opsional tapi Menarik) Jika kamu melamar di hotel, rumah sakit internasional, atau perusahaan multinasional, kemampuan berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris, akan menjadi nilai plus besar. 5. Kepribadian dan Soft Skills Tuliskan karakter positif yang kamu miliki, seperti ramah, sabar, disiplin, dan mampu bekerja dalam tim. Kamu bisa menempatkannya di bagian ringkasan profil atau keahlian tambahan. Baca Juga: Membangun Profesionalisme Bisnis dari Meja Resepsionis Apa yang HRD Lihat dalam Proses Rekrutmen Resepsionis? Membuat CV yang menarik memang penting, tapi kamu juga perlu tahu bagaimana HRD mengevaluasi pelamar posisi resepsionis. Ini akan membantumu menyusun strategi menulis CV yang lebih tepat sasaran. 1. Penampilan CV yang Rapi dan Profesional HRD biasanya sudah menilai dari tampilan CV. Jika desain dan penulisannya asal-asalan, besar kemungkinan CV akan dilewatkan. Gunakan format yang bersih, profesional, dan mudah dibaca. 2. Relevansi Pengalaman dan Keterampilan Poin pengalaman dan keterampilan akan langsung dibandingkan dengan kualifikasi yang dibutuhkan. HRD cenderung memilih kandidat yang memiliki pengalaman langsung atau yang menunjukkan potensi besar melalui pelatihan dan sertifikasi. 3. Sertifikasi atau Pelatihan Pendukung CV resepsionis yang mencantumkan sertifikasi profesi akan lebih rekruiter percaya. Ini menunjukkan bahwa kamu telah mengikuti pelatihan sesuai standar industri dan siap bekerja dengan profesionalisme tinggi. 4. Kesesuaian Sikap dan Etika Kerja Meskipun tidak langsung terlihat dari CV, kata-kata yang kamu pilih untuk menggambarkan diri, serta cara kamu menyusun kalimat, bisa menjadi indikator sikap kerja dan karakter kamu. Hindari gaya bahasa yang terlalu informal atau berlebihan. Baca Juga: Fakta Gaji Resepsionis yang Bikin Kamu Kaget Apakah Format CV Resepsionis Berbeda untuk Setiap Industri? Jawabannya adalah: ya, format dan fokus CV bisa berbeda-beda tergantung industri tempat kamu melamar. Berikut ini adalah beberapa contoh perbedaan berdasarkan sektor: 1. Hotel CV resepsionis hotel umumnya lebih menonjolkan penampilan profesional, pengalaman customer service, dan penguasaan bahasa asing. Jangan lupa cantumkan keterampilan teknologi, seperti penggunaan sistem reservasi (misalnya OPERA atau VHP). 2. Rumah Sakit atau Klinik Di sektor kesehatan, fokus utama ada pada kerahasiaan informasi pasien, kemampuan multitasking, dan pengalaman dalam lingkungan pelayanan publik. Jika kamu memiliki latar belakang administrasi atau pernah bekerja di fasilitas kesehatan, ini sangat relevan. 3. Perkantoran atau Korporasi Resepsionis kantor biasanya harus mampu untuk mengelola jadwal, tamu, serta berkoordinasi dengan banyak bagian. Pengalaman administrasi, penguasaan Microsoft Office, dan keterampilan organisasi akan lebih ditonjolkan. 4. Lembaga Pendidikan atau Organisasi Sosial Untuk institusi seperti sekolah atau NGO, yang lebih ditekankan adalah komunikasi yang sopan dan empatik, serta kemampuan menyampaikan informasi secara jelas kepada tamu dari berbagai latar belakang. Jadi, saat menulis CV, pastikan kamu menyesuaikan gaya dan isi CV dengan kebutuhan dari industri tempat kamu melamar. Baca Juga: Resepsionis Konferensi, Profesi Menggiurkan di Era Industri MICE Tips Menulis CV Resepsionis agar Dilirik HRD Sekarang kamu sudah tahu apa saja yang harus kamu tonjolkan dan apa yang HRD nilai, kini saatnya masuk ke tips praktis menulis CV resepsionis agar lebih menonjol dan kompetitif: 1. Gunakan Format CV yang Profesional Hindari template yang terlalu ramai atau terlalu banyak warna. Gunakan desain minimalis dengan heading yang jelas: Profil, Pengalaman Kerja, Pendidikan, Keterampilan, dan Sertifikasi. 2. Buat Ringkasan Diri yang Menjual Di awal CV, tuliskan ringkasan singkat (2–3 kalimat) tentang siapa kamu, apa keahlian utama kamu, dan kenapa kamu cocok jadi resepsionis. Ini seperti iklan mini tentang diri kamu. 3. Tulis Pengalaman dengan Hasil Nyata Alih-alih menulis “menjawab telepon dan menyambut tamu”, ubah menjadi: “Menyambut lebih dari 100 tamu per hari dengan tingkat kepuasan pelanggan 95%”. 4. Sesuaikan CV untuk Setiap Lamaran Jangan pakai satu versi untuk semua. Sesuaikan bagian keterampilan dan pengalaman agar relevan dengan posisi dan industri yang kamu lamar. 5. Sertakan Pelatihan atau Sertifikasi Pendukung Jika kamu pernah mengikuti pelatihan resepsionis, kursus bahasa, atau sertifikasi BNSP, cantumkan dengan jelas. Ini bisa jadi nilai pembeda kamu dibanding pelamar lain. 6. Koreksi CV Sebelum Dikirim Kesalahan ejaan, tata bahasa, atau informasi yang tidak konsisten bisa membuat CV kamu terlihat tidak profesional. Minta bantuan orang lain untuk membaca ulang jika perlu. Baca Juga: Cara Resepsionis Profesional Menerima Panggilan Telepon Kantor Ingin CV-mu Dilirik HRD? Sertifikasi Dulu! Menyusun CV resepsionis yang menarik memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah membekali diri kamu dengan kompetensi dan pengakuan resmi. Saat ini, banyak perusahaan mulai mempertimbangkan pelamar yang sudah memiliki sertifikasi profesi, karena dianggap lebih siap kerja dan terstandar secara nasional. Kalau kamu ingin memperkuat posisi kamu dalam dunia kerja, kamu bisa mengikuti sertifikasi Profesi Resepsionis di LSPP Jana Dharma Indonesia. Lembaga ini sudah terlisensi resmi oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), dan menyelenggarakan pelatihan serta uji kompetensi untuk berbagai bidang pariwisata dan perhotelan.

ini alat cleaning service yang harus kamu miliki

Alat Cleaning Service Terbaru yang Harus Kamu Ketahui

Bidang Hospitality, ID

Kamu mungkin pernah melihat petugas kebersihan di pusat perbelanjaan, kantor, atau hotel yang tampak begitu cekatan dengan peralatan lengkap. Tapi, pernahkah kamu berpikir apa saja alat yang mereka gunakan? Dalam dunia kebersihan profesional, alat cleaning service menjadi tulang punggung dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan sebuah tempat. Tidak hanya sekadar sapu dan pel, alat-alat yang jasa cleaning service gunakan kini sudah sangat beragam dan canggih. Memahami jenis dan fungsi alat cleaning service bukan hanya penting bagi penyedia jasa kebersihan, tapi juga berguna buat kamu yang ingin menjaga kebersihan lingkungan kerja atau rumah secara lebih efisien. Terlebih jika kamu berencana memulai usaha cleaning service atau sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan sertifikasi profesi di bidang ini. Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai alat cleaning service, cara perawatannya, hingga tips memilih yang tepat sesuai kebutuhanmu. Mengapa Pemahaman Mengenai Alat Cleaning Service Penting? Memiliki pemahaman yang baik tentang alat cleaning service memberikan banyak keuntungan. Pertama, kamu bisa memilih alat yang sesuai dengan jenis pekerjaan, sehingga proses pembersihan menjadi lebih efektif dan efisien. Kedua, pengetahuan ini juga membantu kamu menghindari kesalahan dalam penggunaan alat, yang bisa menyebabkan kerusakan pada alat maupun area yang kamu bersihkan. Selain itu, bagi kamu yang bekerja di bidang cleaning service atau sedang mempertimbangkan untuk mengikuti sertifikasi profesi, penguasaan terhadap alat cleaning service merupakan salah satu aspek penting yang dinilai. Bahkan dalam sertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), pemahaman teknis tentang alat dan cara penggunaannya menjadi indikator utama kompetensi. Bukan hanya itu, pemilihan alat yang tepat juga berpengaruh pada kepuasan pelanggan. Kebersihan yang maksimal tentu akan meningkatkan reputasi usaha cleaning service kamu, apalagi jika kamu ingin memperluas jaringan kerja ke sektor-sektor premium seperti gedung perkantoran, rumah sakit, atau hotel berbintang. Baca Juga: Bukan Sekadar Mengepel! Ini SOP Cleaning Service yang Bikin Kerja Lebih Efisien dan Aman Kategori Alat Cleaning Service Dalam dunia cleaning service profesional, alat yang digunakan terbagi menjadi beberapa kategori utama berdasarkan fungsinya. Mengetahui kategori ini akan membantumu mengenali alat dengan lebih mudah dan tepat sasaran saat memilih. 1. Alat Manual Alat manual adalah alat-alat yang digunakan tanpa bantuan listrik atau mesin. Biasanya digunakan untuk pembersihan ringan hingga sedang. Contohnya: Sapu Mop set (pel lantai) Ember dan wringer Kain microfiber Sikat tangan 2. Alat Elektrik / Mesin Jenis alat ini menggunakan tenaga listrik dan biasa dipakai untuk pembersihan skala besar atau area yang membutuhkan tenaga ekstra. Beberapa alat cleaning service elektrik antara lain: Vacuum cleaner Floor polisher Scrubber machine High pressure cleaner Carpet extractor 3. Alat Pelindung Diri (APD) Meski sering dianggap sepele, APD sangat penting untuk menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pembersihan. Jenis APD dalam cleaning service meliputi: Sarung tangan karet Masker Sepatu anti slip Kacamata pelindung Rompi kerja Dengan mengenali ketiga kategori ini, kamu akan lebih mudah dalam menentukan alat apa yang kamu butuhkan untuk tugas tertentu. Baca Juga: Ruang Lingkup Pekerjaan Cleaning Service Daftar Alat Cleaning Service dan Fungsinya Bagian ini akan mengulas beberapa alat cleaning service paling umum profesi ini gunakan, lengkap dengan fungsi utamanya. Ini penting agar kamu tidak hanya tahu nama alat, tetapi juga tahu kapan dan bagaimana menggunakannya secara tepat. 1. Mop Set (Pel Lantai) Pel lantai adalah alat pembersih dasar yang wajib kamu miliki dalam semua kegiatan kebersihan. Alat ini berguna untuk mengepel lantai dan membersihkan noda basah. Beberapa mop modern hadir dengan ember dan wringer otomatis untuk memudahkan proses peras air. 2. Vacuum Cleaner Alat ini sangat efektif untuk menyedot debu, kotoran halus, hingga bulu hewan dari permukaan karpet, sofa, dan lantai. Tersedia dalam berbagai jenis: dry vacuum, wet & dry vacuum, hingga backpack vacuum. 3. Floor Polisher Merupakan mesin poles lantai yang berguna untuk mengkilapkan permukaan seperti marmer, granit, atau keramik. Cocok untuk gedung komersial dan area publik yang butuh tampilan lantai mengilap. 4. Scrubber Machine Scrubber machine digunakan untuk mencuci lantai secara menyeluruh, terutama di area dengan lalu lintas tinggi. Mesin ini mampu membersihkan noda membandel dengan kombinasi sikat dan air pembersih. 5. Carpet Extractor Alat ini khusus digunakan untuk membersihkan karpet hingga ke lapisan terdalam. Menggunakan air dan larutan pembersih yang disemprotkan lalu disedot kembali bersama kotoran. 6. Alat Pembersih Kaca (Glass Cleaning Set) Termasuk squeegee, pembersih kaca teleskopik, dan larutan pembersih. Sangat berguna untuk membersihkan jendela, baik di rumah maupun gedung bertingkat. 7. Duster Microfiber Berguna untuk mengangkat debu dari permukaan meja, rak, peralatan elektronik, dan ornamen interior. Kain microfiber efektif mengangkat debu tanpa meninggalkan bekas. Dengan mengetahui fungsi alat-alat di atas, kamu bisa merancang sistem kerja kebersihan yang efisien dan hasilnya maksimal. Baca Juga: Apa Saja Tugas Sehari-hari Public Area Cleaner? Yuk Intip! Perawatan Alat Cleaning Service Agar alat cleaning service yang kamu miliki bisa bertahan lama dan tetap berfungsi optimal, perawatan rutin sangat penting dalam hal ini. Banyak kerusakan alat yang terjadi bukan karena kualitas buruk, tapi karena penggunaannya yang tidak sesuai atau kurangnya perawatan. Beberapa tips merawat alat cleaning service: 1. Bersihkan setelah digunakan Jangan biarkan alat kotor disimpan begitu saja. Sisa debu atau air kotor bisa menyebabkan kerusakan. 2, Simpan di tempat kering Hindari penyimpanan di area lembab karena bisa menimbulkan karat atau jamur, terutama pada alat berbahan logam. 3. Periksa kondisi alat secara berkala  Cek kabel, saklar, dan bagian mekanik dari mesin secara rutin. 4. Gunakan sesuai petunjuk  Jangan memaksa alat bekerja di luar batas kemampuannya. Gunakan vacuum hanya untuk debu kering jika memang bukan tipe wet & dry. 5. Ganti spare part bila perlu Jangan menunda pergantian bagian yang aus atau rusak karena bisa memengaruhi kinerja alat secara keseluruhan. Dengan perawatan yang tepat, kamu bisa menghemat banyak biaya dan alat tetap bekerja optimal setiap saat. Tips Memilih Alat Cleaning Service yang Tepat Memilih alat cleaning service bukan perkara gampang, apalagi jika kamu baru memulai usaha di bidang ini. Kesalahan dalam memilih bisa berdampak pada kualitas layanan dan efisiensi kerja. Berikut beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan: 1. Tentukan kebutuhan sesuai lokasi kerja Apakah kamu butuh alat untuk rumah, kantor, atau gedung besar? Lokasi akan sangat menentukan jenis alat yang kamu perlukan. 2. Pertimbangkan frekuensi pemakaian Jika digunakan setiap hari, pilih alat yang tahan lama dan sudah terbukti

wajib tahu ini perbedaan barista dan bartender

Bongkar Perbedaan Barista dan Bartender Secara Lengkap!

Bidang Food & Beverage, Blog, ID

Dalam dunia kuliner dan industri minuman, sering kali orang salah kaprah dalam membedakan dua profesi yang terlihat serupa namun sebenarnya sangat berbeda, yaitu barista dan bartender. Jika kamu pernah berpikir bahwa keduanya hanya bertugas meracik minuman, kamu tidak salah tetapi juga belum sepenuhnya benar. Keduanya memang ahli dalam meracik, namun dari jenis minuman yang sangat berbeda, dan tentu saja memiliki lingkungan kerja, pakaian, hingga penghasilan yang juga tidak sama. Di artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh mengenai perbedaan barista dan bartender, mulai dari definisi, tanggung jawab kerja, gaji, suasana kerja, hingga prospek pengembangan diri. Jadi, kalau kamu penasaran ingin terjun ke salah satu profesi ini atau sekadar ingin tahu lebih dalam, yuk simak penjelasan lengkapnya! Mengenal Apa Itu Barista dan Bartender Sebelum masuk ke perbedaan barista dan bartender, penting bagi kamu untuk memahami dulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan kedua profesi ini. Barista: Ahli dalam Dunia Kopi Barista adalah seseorang yang memiliki keahlian dalam meracik dan menyajikan berbagai jenis minuman kopi, mulai dari espresso, cappuccino, latte, hingga varian kopi modern seperti kopi susu kekinian. Seorang barista biasanya bekerja di kedai kopi, kafe, atau coffee shop yang berfokus pada kualitas rasa kopi dan teknik penyajiannya. Barista bukan hanya sekadar menyeduh kopi, tapi juga memahami teknik seperti latte art, cupping (uji cita rasa kopi), serta memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis biji kopi dan metode brewing. Bartender: Seniman di Balik Bar Sementara itu, bartender adalah seseorang yang bertugas meracik minuman beralkohol seperti cocktail, mocktail, hingga berbagai minuman keras lainnya. Mereka umumnya bekerja di bar, klub malam, lounge, atau restoran yang menyediakan minuman beralkohol. Seorang bartender juga dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik karena sering berinteraksi langsung dengan pelanggan di meja bar. Beberapa bartender bahkan menampilkan atraksi flair (juggling botol) sebagai bagian dari hiburan. Baca Juga: Apakah Robot Barista akan Menggantikan Barista Manusia? Perbedaan Tugas Barista dan Tugas Bartender Meskipun sekilas terlihat mirip karena sama-sama “meracik minuman”, tugas barista dan bartender sangat berbeda, terutama dari jenis minuman dan pendekatan pelayanan yang dilakukan. Tugas Seorang Barista Barista memiliki fokus pada kopi dan minuman non-alkohol. Beberapa tanggung jawab utama mereka meliputi: Menyajikan berbagai menu kopi panas dan dingin. Mengoperasikan mesin espresso dan alat seduh manual seperti V60, AeroPress, atau French Press. Menjaga kualitas dan konsistensi rasa kopi. Memberikan rekomendasi menu kepada pelanggan berdasarkan selera mereka. Melakukan latte art untuk meningkatkan estetika penyajian kopi. Merawat peralatan kopi dan menjaga kebersihan area kerja. Tugas Seorang Bartender Di sisi lain, bartender memiliki peran yang lebih kompleks dalam meracik minuman beralkohol. Tugas mereka antara lain: Mencampur dan menyajikan cocktail sesuai resep atau permintaan pelanggan. Menyajikan berbagai jenis spirit, wine, dan bir. Menyusun stok minuman dan memantau ketersediaannya. Melakukan flair bartending sebagai bagian dari hiburan. Berinteraksi langsung dengan pelanggan dan menjaga suasana bar tetap menyenangkan. Menjaga keamanan dan memastikan tidak ada penyalahgunaan alkohol. Baca Juga: Bongkar Gaji Part Time Barista Jogja Terbaru! Perbedaan Gaji Barista dan Bartender Salah satu aspek penting dalam memilih profesi tentu saja adalah gaji. Lalu, bagaimana dengan penghasilan barista dan bartender di Indonesia? Gaji Barista Gaji seorang barista di Indonesia sangat bervariasi tergantung pada lokasi, pengalaman, dan tempat kerja. Di kota besar seperti Jakarta, barista pemula biasanya mendapatkan gaji sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Jika sudah berpengalaman atau bekerja di coffee shop ternama, gajinya bisa mencapai Rp6 juta hingga Rp8 juta. Beberapa barista freelance atau yang juga mengajar workshop bahkan bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari tips dan honor pelatihan. Gaji Bartender Sementara itu, gaji bartender umumnya sedikit lebih tinggi karena bekerja di tempat yang beroperasi hingga malam hari, dan sebagian besar tempat menawarkan sistem tip. Rata-rata gaji bartender berkisar antara Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan. Namun, bartender di bar atau klub premium bisa mendapatkan gaji di atas Rp10 juta jika ditambah dengan tip harian yang cukup besar. Mereka yang sudah memiliki sertifikasi internasional bahkan bisa bekerja di kapal pesiar dengan gaji dalam mata uang dolar. Pakaian dan Lingkungan Kerja Kamu juga perlu tahu bahwa barista dan bartender bekerja di lingkungan yang sangat berbeda, termasuk dari segi pakaian kerja atau seragam. Barista Seorang barista biasanya mengenakan pakaian yang lebih kasual namun tetap rapi. Seragam yang umum dipakai adalah kaos atau kemeja berkerah, apron, celana panjang, dan sepatu tertutup. Lingkungan kerja barista umumnya berada di coffee shop yang cozy, penuh aroma kopi, dengan suasana santai dan musik yang tidak terlalu keras. Jam kerja barista biasanya mulai dari pagi hingga malam hari, tergantung operasional kedai kopi tersebut. Bartender Sebaliknya, bartender sering mengenakan pakaian yang lebih formal atau stylish, tergantung konsep bar tempat mereka bekerja. Beberapa bartender memakai rompi, kemeja, bahkan dasi kupu-kupu. Lingkungan kerjanya pun lebih ramai, dengan pencahayaan remang-remang, musik keras, dan lebih banyak interaksi sosial di malam hari. Jam kerja bartender biasanya mulai dari sore hingga larut malam, bahkan dini hari. Baca Juga: Peran Bartender dalam Menciptakan Pengalaman Wisatawan di Bar Jenis Minuman dan Suasana Kerja Aspek ini mungkin adalah perbedaan barista dan bartender yang paling mencolok dan mudah dikenali. Minuman yang Diracik Barista berfokus pada: Espresso dan turunannya (americano, latte, cappuccino). Manual brew (V60, Kalita, Chemex). Minuman kopi kekinian (kopi susu, es kopi gula aren). Minuman non-kopi seperti matcha, cokelat, atau teh. Sedangkan bartender meracik: Cocktail klasik (Mojito, Margarita, Martini). Minuman berbasis spirit (vodka, gin, rum, tequila, whiskey). Mocktail untuk pelanggan yang tidak mengonsumsi alkohol. Minuman kreatif dengan teknik infusi atau flambé. Suasana Kerja Barista bekerja dalam suasana yang lebih tenang dan bersahabat, cocok untuk pecinta kopi yang ingin menikmati waktu santai atau bekerja dari kafe. Sedangkan bartender bekerja dalam suasana yang lebih hidup, penuh interaksi sosial, bahkan kadang disertai hiburan langsung seperti live music atau DJ performance. Baca Juga: Begini Cara Membuat Gambar Latte Art untuk Barista Pemula Mau Pilih Profesi Barista atau Bartender? Keduanya Bisa Jadi Awal Karier Menjanjikan! Sekarang kamu sudah tahu, bukan? Meski sama-sama bekerja di dunia minuman, perbedaan barista dan bartender cukup jelas terlihat dari tugas, jenis minuman, suasana kerja, hingga gajinya. Keduanya punya tantangan dan keunikan tersendiri. Jadi, apakah kamu lebih tertarik dengan aroma kopi segar di pagi hari atau suasana bar yang dinamis

Kriteria dan Persyaratan Sertifikasi Pendirian Panggung yang Harus Anda Ketahui

Kriteria dan Persyaratan Sertifikasi Pendirian Panggung yang Harus Anda Ketahui

ID

Pameran seni, produk, dan inovasi adalah platform yang sangat efektif untuk memperkenalkan dan mempromosikan kreativitas. Untuk memastikan panggung pameran Anda memenuhi standar terbaik, sertifikasi pendirian panggung menjadi langkah krusial. Dalam artikel ini, kita akan membahas kriteria dan persyaratan penting yang harus dipahami untuk meraih sertifikasi tersebut. Kriteria dan Persyaratan Penting Pendirian Panggung Pameran 1. Kriteria Penting yang Harus Dipenuhi Pertama-tama, kita akan merinci kriteria utama yang menjadi fokus dalam proses sertifikasi pendirian panggung. LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia telah menetapkan standar tinggi yang mencakup aspek-aspek berikut: a. Desain Panggung – Panggung harus dirancang dengan memperhatikan estetika dan keselamatan. – Penggunaan material harus memenuhi standar keamanan dan keandalan. b. Teknologi dan Audio Visual – Peralatan teknologi dan audio visual harus memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. – Sistem pengaturan suara dan pencahayaan harus dapat diandalkan dan sesuai dengan kebutuhan acara. c. Keselamatan dan Evakuasi – Rencana evakuasi yang jelas dan mudah dipahami harus tersedia. – Sistem keamanan dan pemadam kebakaran harus diimplementasikan dengan baik. 2. Persyaratan Administratif yang Harus Dilengkapi Selain memenuhi kriteria teknis, peserta sertifikasi juga harus mempersiapkan dokumen administratif yang diperlukan: a. Izin dan Perizinan – Menyajikan dokumen resmi yang membuktikan legalitas penggunaan tempat untuk pameran. – Memiliki izin dari pihak berwenang untuk menggunakan teknologi tertentu. b. Tenaga Ahli – Melampirkan daftar tenaga ahli yang terlibat dalam pendirian panggung. – Mencantumkan sertifikasi atau pelatihan terkait yang dimiliki oleh tenaga ahli. c. Perencanaan Acara – Menyusun jadwal acara dan perencanaan panggung secara rinci. – Memastikan kesesuaian rencana dengan tema dan konsep pameran. Baca juga: Keuntungan Mengikuti Sertifikasi Pendirian Panggung Pameran: Meningkatkan Profesionalisme dalam Dunia Pariwisata Setelah memahami kriteria dan persyaratan, saatnya untuk meraih sertifikasi pendirian panggung pameran di LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia! Dengan sertifikasi ini, Anda tidak hanya memastikan keberhasilan acara pameran Anda, tetapi juga mendapatkan pengakuan atas keterampilan dan keahlian yang dimiliki. Uji Kompetensi untuk Keberhasilan Pameran Penting untuk diingat bahwa sertifikasi ini berfokus pada uji kompetensi, memastikan bahwa panggung pameran Anda bukan hanya memukau tetapi juga memenuhi standar keamanan dan kualitas. Jadi, siapkan diri Anda untuk mengambil langkah menuju kesuksesan di dunia pameran dengan mengikuti sertifikasi pendirian panggung di LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk membuktikan kemampuan Anda di panggung pameran! Untuk informasi lebih lanjut dan proses pendaftaran, hubungi kami: WhatsApp : +6281215017975 Telp : 0274 543 761 (Ninda) Instagram : @jana_dharma_indonesia Email : [email protected]

apa bedanya resepsionis dan front desk

Jangan Keliru! Inilah Perbedaan Resepsionis dan Front Desk Officer

Bidang Hospitality, Blog, ID

Dalam dunia perhotelan, sertifikasi untuk resepsionis dan front desk officer memiliki perbedaan yang signifikan. Meskipun kedua profesi ini sering dianggap serupa, resepsionis lebih fokus pada layanan tamu yang bersifat administratif, seperti menjawab telepon dan menangani pemesanan, sedangkan front desk officer bertanggung jawab atas proses check-in, check-out, dan manajemen interaksi langsung dengan tamu hotel. Kedua peran ini sama-sama penting dalam menjaga kualitas pelayanan di industri hospitality. Oleh sebab itu mari kita kupas tuntas perbedaan sertifikasi resepsionis dan front desk officer yang perlu kamu tahu!   Apa itu Resepsionis? Resepsionis dikenal sebagai tuan rumah di hotel. Mereka adalah wajah pertama yang menyambut tamu dengan senyuman hangat. Tugas utama mereka melibatkan menerima tamu, mengelola reservasi, dan memberikan informasi yang diperlukan. Resepsionis juga memiliki keterampilan komunikasi yang sangat baik untuk berinteraksi dengan berbagai tamu dari berbagai latar belakang. Apa itu Front Desk Officer? Front Desk Officer, di sisi lain, lebih berfokus pada aspek administratif dan operasional. Tugas mereka mencakup check-in dan check-out tamu, penanganan pembayaran, dan menjaga catatan akurat tentang ketersediaan kamar. Front Desk Officer juga seringkali memiliki keterampilan manajerial yang diperlukan untuk mengatasi situasi yang memerlukan pengambilan keputusan cepat. Jika ingin mempelajarinya lebih dalam kamu bisa mengikuti kursus pelatihan front office untuk meningkatkan skill dan menjadi nilai tambah saat melamar kerja. Perbedaan Utama Resepsionis dan Front Desk: 1. Fokus TugasResepsionis lebih berorientasi pada pelayanan tamu dan komunikasi, sementara Front Desk Officer lebih terlibat dalam tugas administratif dan operasional. 2. Interaksi dengan TamuResepsionis lebih aktif dalam berinteraksi dengan tamu untuk memberikan pengalaman yang ramah, sementara Front Desk Officer lebih banyak berurusan dengan proses check-in dan check-out. 3. Keterampilan yang DibutuhkanDiperlukan keterampilan komunikasi yang sangat baik untuk menjadi seorang Resepsionis, sedangkan Front Desk Officer membutuhkan ketelitian dan keahlian administratif. Mengapa Sertifikasi Resepsionis di LSP Pariwisata Penting? Jika kamu bekerja sebagai resepsionis atau bercita-cita menjadi salah satunya, sertifikasi dapat memberikan peluang besar untuk karirmu. LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia adalah lembaga sertifikasi yang diakui dan resmi mengeluarkan sertifikat BNSP dalam industri pariwisata, memberikan validasi terhadap keterampilan Anda dan meningkatkan kepercayaan diri Anda dalam menghadapi tugas sehari-hari. Keuntungan Sertifikasi BNSP: 1. Pengakuan Industri: Sertifikasi Resepsionis dari LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia memberikan pengakuan resmi terhadap keterampilan dan pengetahuanmu sebagai seorang resepsionis. Sertifikasi berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang ditempat yang sama. 2. Peningkatan Peluang Karir: Sertifikasi dapat membuka pintu menuju peluang karir yang lebih baik dan menarik dalam industri perhotelan. 3. Standar Profesionalisme: Menjadi profesional dalam bidang resepsionis dengan mengikuti uji kompetensi berarti Anda memenuhi standar tinggi dalam pelayanan tamu dan tugas resepsionis. BACA JUGA: Keterampilan Resepsionis Perhotelan Dalam Menyambut Pelanggan Raih Karir Front Office Impianmu Sekarang! Memahami perbedaan antara receptionist dan front desk officer sangat penting untuk menentukan jalur karier yang tepat dalam industri perhotelan. Kedua posisi ini memerlukan keterampilan yang berbeda, namun saling melengkapi dalam memberikan pengalaman terbaik bagi tamu hotel. Dengan memiliki sertifikasi yang sesuai, kamu bisa meningkatkan profesionalisme dan daya saing di dunia kerja. Segera tingkatkan kompetensimu dengan mengikuti Sertifikasi Profesi bidang Hospitality di LSPP Jana Dharma Indonesia, yang akan membekalimu dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan! Untuk pendaftaran sertifikasi atau konsultasi gratis, kamu dapat menghubungi: CS WhatsApp:  0813-8058-460 Instagram: @jana_dharma_indonesia Email : [email protected] Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia: Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Sertifikasi Baby SPA LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia telah membantu banyak therapist meraih impiannya

Apa Saja Keterampilan yang Diuji pada Sertifikasi Baby SPA & Manfaatnya untuk Karirmu?

Bidang SPA, Blog, ID

Apa Itu Sertifikasi Baby SPA? Sertifikasi Baby SPA adalah proses penilaian kompetensi yang dirancang khusus untuk memastikan bahwa seorang praktisi memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memberikan layanan pemijatan bayi yang aman dan efektif. Sertifikasi ini menjadi sangat penting di industri kecantikan dan kesehatan karena semakin banyak orang tua yang mencari layanan Baby SPA profesional untuk anak mereka. Keterampilan yang Diuji dalam Sertifikasi Baby SPA Sertifikasi Baby SPA mencakup beberapa keterampilan penting yang akan diuji secara mendetail. Berikut adalah beberapa keterampilan utama yang menjadi fokus dalam ujian sertifikasi: 1. Teknik Pemijatan Bayi yang Benar Salah satu keterampilan utama yang diuji adalah kemampuan untuk melakukan teknik pemijatan bayi yang tepat dan aman. Ini meliputi pemahaman tentang tekanan yang harus digunakan, area tubuh bayi yang bisa dipijat, serta pengetahuan tentang kontraindikasi atau kondisi tertentu yang memerlukan perhatian khusus. 2. Pengetahuan Tentang Anatomi Bayi Sertifikasi juga menguji pemahaman peserta tentang anatomi bayi, khususnya mengenai struktur otot dan tulang yang masih dalam tahap perkembangan. Pengetahuan ini sangat penting untuk mencegah cedera dan memastikan pemijatan dilakukan dengan benar. 3. Penggunaan Produk dan Peralatan yang Aman Aspek lain yang diuji adalah kemampuan untuk memilih dan menggunakan produk serta peralatan yang aman bagi bayi. Ini termasuk pemilihan minyak pijat yang sesuai dan alat-alat tambahan yang mungkin diperlukan selama sesi Baby SPA. 4. Komunikasi dengan Orang Tua Selain keterampilan teknis, sertifikasi ini juga menguji kemampuan berkomunikasi dengan orang tua. Seorang praktisi Baby SPA harus mampu memberikan penjelasan yang jelas dan meyakinkan tentang proses pemijatan, manfaatnya, serta langkah-langkah perawatan lanjutan. Manfaat Sertifikasi Baby SPA untuk Karir Impianmu Dengan memiliki sertifikasi Baby SPA,  kamu tidak hanya mendapatkan pengakuan resmi atas kompetensi yang kamu miliki, tetapi juga membuka peluang karir yang lebih luas di industri kecantikan dan kesehatan. Sertifikasi ini membuktikan bahwa kamu memiliki keterampilan yang diakui secara profesional, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri orang tua yang menggunakan layananmu. Jika kamu tertarik untuk mengembangkan karir di bidang Baby SPA, mengikuti sertifikasi Pemijatan Bayi dengan SPA di LSP Jana Dharma Indonesia adalah langkah yang tepat. Sertifikasi ini hanya berfungsi untuk menguji dan memvalidasi keterampilanmu, tanpa memberikan pelatihan. Dengan demikian, kamu dapat langsung membuktikan kompetensimu di industri yang semakin berkembang ini. Untuk konsultasi gratis dan pendaftaran sertifikasi baby SPA, kamu dapat menghubungi: WhatsApp: +62 851 9163 0530 atau  +62 821 3723 1768 Telepon: (0274) 543 761 Email: [email protected] Instagram: @jana_dharma_indonesia Alamat Kantor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia: Jl. Arimbi No.01, Kragilan, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Sertifikasi MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) merupakan pengakuan resmi atas kompetensi seorang profesional dalam industri pertemuan dan acara. Bagi event organizer, memiliki sertifikasi ini berarti mendapatkan validasi atas kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki dalam mengelola berbagai jenis acara.

Keunggulan Memiliki Sertifikasi MICE Bagi Event Organizer di Indonesia

Bidang MICE, ID

Apa Itu Sertifikasi MICE? Sertifikasi MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) merupakan pengakuan resmi atas kompetensi seorang profesional dalam industri pertemuan dan acara. Bagi event organizer, memiliki sertifikasi ini berarti mendapatkan validasi atas kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki dalam mengelola berbagai jenis acara. Keunggulan Sertifikasi MICE 1. Meningkatkan Kredibilitas Sertifikasi MICE memberikan bukti formal bahwa seorang event organizer memiliki keahlian dan pemahaman yang mendalam tentang industri ini. Hal ini tentu saja meningkatkan kredibilitas di mata klien dan mitra kerja. Dengan memiliki sertifikasi, Anda menunjukkan komitmen terhadap standar profesional yang tinggi. 2. Memperluas Jaringan Profesional Proses sertifikasi sering kali melibatkan berbagai kegiatan yang mempertemukan Anda dengan profesional lain dalam industri MICE. Ini membuka kesempatan untuk memperluas jaringan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang dapat mendukung kesuksesan acara yang Anda kelola. 3. Peluang Karir yang Lebih Baik Memiliki sertifikasi MICE dapat membuka peluang karir yang lebih baik dan meningkatkan daya saing di pasar kerja. Banyak perusahaan dan organisasi mencari event organizer yang telah memiliki sertifikasi sebagai jaminan bahwa mereka dapat menangani acara dengan standar tinggi. 4. Peningkatan Kemampuan dan Pengetahuan Sertifikasi MICE juga membantu dalam memperbarui pengetahuan tentang tren terbaru dalam industri pertemuan dan acara. Ini mencakup teknik baru, teknologi, dan praktik terbaik yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas acara yang Anda kelola. Baca juga: Peran Sertifikasi dalam Meningkatkan Kualitas Marketing Communication Specialist di Era Digital Ajakan untuk Mengikuti Sertifikasi Venue Management Specialist Untuk meningkatkan keunggulan kompetitif Anda dalam industri ini, pertimbangkan untuk mengikuti Sertifikasi Venue Management Specialist di LSP Jana Dharma Indonesia. Sertifikasi ini akan menguji dan memvalidasi kemampuan Anda dalam mengelola lokasi acara dengan standar profesional. Meskipun sertifikasi bukan pelatihan, ini memberikan pengakuan resmi atas kompetensi Anda yang dapat menjadi aset berharga dalam karir Anda sebagai event organizer. Dapatkan sertifikasi Anda dan tingkatkan profesionalisme Anda di dunia MICE! Untuk informasi dan pendaftaran, hubungi kami: WhatsApp : (+62)82322795991 Telp : 0274 543 761 Instagram : @jana_dharma_indonesia Email : [email protected]  

Scroll to Top