Ilmu Pariwisata Makin Eksis di Indonesia

LSP Pariwisata – Pariwisata bukan sekadar menawarkan kesenangan liburan. Pariwisata jadi industri yang berkembang pesat dan menjadi kebutuhan banyak orang. Pemerintah akan mengembangkan program studi pariwisata hingga jenjang tertinggi. “Dalam beberapa waktu terakhir, banyak studi yang dimunculkan untuk menggaris bawahi pentingnya pariwisata. Untuk itu, tiap negara mulai mengembangkan pariwisata,” ucap Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam acara Workshop Eksistensi Ilmu dan Program Studi S1, di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta (13/4/2014).Banyak langkah dilakukan Kemenparekraf untuk ikut mengembangkan pariwisata. Salah satu langkah yang diambil melalui bidang pendidikan.Di Indonesia, pengakuan pariwisata sebagai ilmu mandiri, dan pembukaan program akademik S1 pariwisata baru dijalankan pada tahun 2008. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya Surat Dirjen Dikti Depdiknas No 947/D/T/2008 dan 948/D/T/2008 pada 31 Maret 2008.

Mari mengatakan, untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab diperlukan SDM pariwisata profesional di semua tataran. Pemenuhan akan kebutuhan SDM pariwisata profesional tak cukup melalui sertifikasi tenaga kerja pariwisata dan pendidikan vokasi, tapi juga melalui jalur pendidikan akademis baik pada tingkat S1, S2 maupun S3.

“Bukan cuma di Diploma, tapi juga sarjana sains terapan. Karena itu, kita perlu banyak sarjana di bidang pariwisata,” lanjut Mari.

Sebagai catatan, pada tahun 2013, daya saing kepariwisataan Indonesia secara keseluruhan membaik peringkatnya. Pada tahun 2013, Indonesia berada pada peringkat ke 70 dari 140 negara berdasarkan World Economic Forum (WEF) dalam laporan Travel and Tourism Competitivenes 2013.

Meski begitu, daya saing SDM kepariwisataan Indonesia menurut WEF menduduki peringkat ke-61 dengan skor indeks 4,9 dari 140 negara. “Ini artinya kita harus terus meningkatkan kualitas SDM kepariwisataan kita apalagi menjelang dilaksanakannya ASEAN Economic Community pada tahun 2015,” kata Mari.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Dikti Kemendikbud, Prof Dr Djoko Santoso mengatakan ada kebutuhan banyak lulusan dari bidang pariwisata. “Yang dibutuhkan itu D1, D2, D3, D4 atau disebut juga S1 Terapan, Magister, Magister Terapan, Doktor dan Doktor Terapan,” tutur Djoko.

Dengan demikian, diharapkan semakin banyak pelaku pariwisata di Indonesia yang memiliki kualifikasi yang kompeten. Selain itu, pelaku bersertifikasi juga diharapkan semakin banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Gulir ke Atas