Banyuwangi Siapkan Kemampuan SDM Pariwisata Selevel ASEAN

LSP Pariwisata | Sertifikasi Kompetensi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membantu pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, agar memiliki sertifikat setara dengan yang berlaku di Asia Tenggara atau ASEAN. “Alhamdulillah, sudah ada komitmen dari Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk membantu pengembangan SDM pariwisata Banyuwangi. Hal itu sudah disamgandrungpaikan Pak Arief ketika peluncuran Banyuwangi Festival 2015 di Jakarta beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Yanuar Bramuda saat dihubungi di Banyuwangi, Rabu (4/3/2015).

Ia menjelaskan bahwa untuk tahap ini ada 100 SDM pariwisata di Banyuwangi yang difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat dari “ASEAN Common Competency Standards for Tourism Professionals” (ACCSTP).

ACCSTP, lanjut Yanuar, telah disepakati dan diakui bagi industri pariwisata, mulai dari restoran, agen perjalanan, sampai bidang minat khusus seperti arung jeram. Menurut Yanuar, dengan memperoleh sertifikat tersebut, maka SDM pariwisata di kabupaten yang dikenal sebagai “The Sunrise of Java” itu kompetensinya akan lebih meningkat.

“Kemampuannya pun bakal lebih diakui di industri pariwisata tingkat ASEAN. Dengan peningkatan kompetensi, diharapkan pelayanan dan kinerja SDM di Banyuwangi ini juga semakin membaik,” tuturnya.

Selain sertifikasi, studi kepariwisataan di Banyuwangi akan diperkuat dengan menyinergikan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) di bawah naungan Kemenpar dengan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).

Di Poliwangi sendiri sudah ada Jurusan Manajemen Bisnis Pariwisata dengan jenjang Diploma 4. Sejak 2013, jurusan tersebut kini sudah mendidik 150 mahasiswa. “Untuk teknisnya akan segera dibahas dengan dirjen terkait di Kementerian Pariwisata,” kata Yanuar. Dia mengatakan kerja sama tersebut bisa mengakselerasi kemampuan mahasiswa Poliwangi karena STP di Bali tentu sudah punya pengalaman lebih panjang di bidang pengembangan SDM pariwisata.

Beberapa bidang studi kepariwisataan yang bisa dikerjasamakan antara lain wisata bahari, wisata minat khusus, dan wisata pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Gulir ke Atas