Mempersiapkan SDM Pariwisata, Bantul Tujuan Wisata Religi, Dispbudpar Bentuk Forkom

LSP Pariwisata Sertifikasi Kompetensi-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Bantul membentuk Forum Komunikasi (Forkom) pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan desa wisata. Hal ini dimaksudkan untuk menghadapi Bantul yang ditetapkan sebagai salah satu kawasan dengan tujuan wisata religi. Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan Disbudpar Bantul, Walkodri, Rabu (11/2) menuturkan DIY ditetapkan sebagai salah satu kawasan wisata religi/syariah. Untuk menjamin kenyamanan wisatawan singgah ke kawasan-kawasan tersebut, maka desa wisata perlu mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana dan prasarana pendukung.

“Seperti misalnya SDM guide yang paham dan mengerti bahasa asing, pembangunan toilet khusus wisatawan dengan toilet duduk bukan jongkok, tempat mandi menggunakan “shower” dan sebagainya. Wisatawan asing sangat peduli dengan kebersihan maka kamar mandi menjadi hal utama kenyamanannya tinggal di sebuah desa wisata tertentu,” ucap Walkodri usai memberikan pengarahan pada Pokdarwis desa wisata batok kelapa, Santan Pijenan.
Dari 75 desa wisata, 34 desa wisata di Bantul dinyatakan aktif dan siap menuju desa wisata yang nyaman dikunjungi wisatawan.

Sementara Desa Wisata Santan sendiri merupakan kawasan rekreasi edukatif dan atraktif. Adapun hal yang ditonjolkan yakni wisata kuliner olahan ikan dan kerajinan batok (tempurung kelapa). “Wisatawan selalu ingin memiliki kenangan ketika ia singgah disuatu tempat misalnya foto atau souvenir. Maka dari itu desa wisata Santan menyediakan beraneka macam souvenir khas bagi wisatawan,” ucap Walkodri.

Berbagai wahana yang ditawarkan desa wisata santan seperti Kenduri Budaya, kesenian Gejog Lesung, aneka dolanan anak nusantara, ketrampilan mengolah bathok kelapa serta bercocok tanam padi di sawah. (Aje)

Satu Komentar

  • Saya tertarik dengan informasi mengenai tempat wisata diatas. Indonesia memang Negeri yang memiliki keanekaragaman tempat wisata yang memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Selain itu, tulisan diatas sangat menarik untuk dipelajari serta dapat menambah wawasan kita mengenai kebudayaan di lndonesia. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Explore Indonesia yang bisa anda kunjungi di Explore Indonesia

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas