Agar pekerja kompeten, pemerintah tetapkan 624 standar kompetensi

IMG-20160906-WA0003LSP Pariwisata - Untuk meningkatkan kompetensi kerja dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan percepatan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKNNI).”Penerapan SKKNI di semua sektor dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing para pekerja Indonesia agar bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Hery Sudarmanto di Jakarta beberapa waktu lalu. Hal tersebut diungkapkan Sekjen Hery saat membuka acara ‘Bincang Perspektif Trakindo’ yang mengusung tema ‘Sertifikasi Kompetensi Tingkatkan Kualitas SDM’.Berdasarkan Data Kementerian Ketenagakerjaan, per bulan Juni 2017 tercatat 624 SKKNI dari sembilan sektor yaitu sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Listrik, Gas, dan Air Bersih; Konstruksi ; Perdagangan, Hotel dan Restoran; Pengangkutan dan Komunikasi ; Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan dan sektor jasa lainnya. Continue reading

BLK Sorong Kembali Uji Kompetensikan Anak Didiknya di LSP Pariwisata

sorongBertempat di TUK BLK Sorong tgl 22-24  Mei 2017 LSP Pariwisata kembali bekerjasama dengan BLK Sorong lakukan uji kompetensi siswanya yang lulus dari pelatihan sejumlah 14 orang. Hairullah Gazali Direktur Eksekutif LSP Pariwisata DIY menyatakan bahwa SDM Pariwisata di Indonesia timur perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat maupun daerah, mengingat dari sisi geografis saja keterjangkauannya yang sangat jauh dengan LSP-LSP menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian menurut Hairullah tetap menjadi hal yang serius bagi LSP untuk dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Continue reading

IFBEC bekerjasama dengan LSP Pariwisata Lakukan Pelatihan Assesor

IFBEC ASSESORBertempat di ruang Borobudur, LSP Pariwisata DIY, Indonesia Food & Beverage Executive Asosiation (IFBEC) bekerjasama dengan LSP Pariwisata DIY, menyelenggarakan Pelatihan Assesor Kompetensi. pelatihan ini diselenggarakan selama 5 hari mulai tanggal 16 Mei 2017 samapi dengan 21 Mei 2017. Hadir dalam pembukaan Direktur Eksekutif LSP Pariwisata DIY Hairullah Gazali dan Ketua IFBEC DIY, RM. Wijanarko. Dalam sambutannya Hairullah menyampaikan bahwa ke 25 orang profesional F&B ini diharapkan dapat menjadi ujung tombak percepatan sertifikasi kompetensi di Indonesia. Ditegaskan oleh Hairullah, kebutuhan sertifikasi kompetensi saat ini sangatlah mendesak sehingga dirasa perlu munculnya tenaga-tenaga penguji yang profesional dan memiliki kompetensi untuk dapat terus terupdate. Continue reading

Melia Purosani, Hotel Bintang 5 Lakukan Sertifikasi Kompetensi

Melia-PurosaniPerkembangan dunia pariwisata saat ini teruslah semakin berkembang dan ditandai dengan semakin bervariasinya daya tarik ataupun atraksi wisata yang ada serta berkembangnya usaha pariwisata baik hotel, restoran, spa maupun travel agent atau biro perjalanan wisata. Dengan perkembangan tersebut tentunya akan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi kebutuhan dan permintaan wisatawan.  Apalagi saat ini telah dicanangkan MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN tentunya kualitas SDM akan sangat menentukan dalam memberikan layanan kepada wisatawan. Keberadaaan SDM pariwisata yang tangguh dan tentunya mempunyai kompetensi  di bidangnya akan sangat membantu dalam meningkatkan citra pariwisata Indonesia.

Continue reading

120 Pelaku Wisata Homestay di DIY Disertfikasi Oleh LSP Pariwisata DIY

pelatihan KUKMMelalui kerjasama dengan Kementrian Koperasi dan KUKM RI, 120 orang pelaku Homestay di DIY disertifikasi kompetensi bertempat di Hotel Burza, 1-3 Maret 2017. Dalam kesempatan ini hadir pada saat pembukaan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM, RI Rully Nuryanto untuk memberikan sambutannya. Disampaikan oleh Ruly bahwa sekarang era sertifikasi kompetensi sehingga tuntutannya setiap SDM yang ada wajib sertifikasi. Disampaikan juga oleh Rully Jogja merupakan salah satu destinasi pariwisata membutuhkan SDM yang kompeten dan ramah. Continue reading

Pemerintah Wajibkan Setiap tenaga kerja di bidang pariwisata yang bekerja di Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki Sertifikat Kompetensi.

Hk pak bosco sewMelalui Kementrian Pariwisata RI, pemerintah wajibkan setiap tenaga kerja di bidang pariwisata yang bekerja di Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk tenaga kerja asing, wajib memiliki Sertifikat Kompetensi. Melalui peraturan menteri pariwisata RI No 19 tahun 2016  Tentang Pemberlakukan WAJIB SERTIFIKASI KOMPETENSI DI BIDANG PARIWISATA. Hairullah Gazali Direktur Eksekutif LSP Pariwisata Cab DIY menyambut positif apa yang dilakukan oleh pemerintah karena telah mendorong percepatan proses sertifikasi. Ditambahkan oleh Hairullah, dijelaskan pada pasal 2  bahwa sertifikasi kompetensi ini diberikan kepada tenaga kerja yang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Pariwisata, standar internasional dan/atau standar khusus.

Continue reading

LSP Pariwisata Bekerjasama dengan Exo Travel Lakukan Uji Kompetensi

Exo LogoSaat ini Indonesia menghadapi tantangan internal maupun eksternal. Tantangan internal adalah minimnya tenaga kerja siap pakai yang benar-benar mampu bekerja sesuai dengan standar kerja industri. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa di satu sisi permintaan tenaga kerja dari pihak industri tetap ada, namun dilain sisi kesiapan tenaga kerja atau lulusan sebuah lembaga pendidikan kurang memadai kualifikasinya. Human Resources Supervisor Exo Travel yang bergerak di bidang biro perjalanan wisata Jogja, khusus inbound dengan market utama wisatawan dari Eropa, UK dan USA Banyuwerti T. Ramadhanty memaparkan  bagi  BPW, uji kompetensi ini dapat mengukur kompetensi kami sesuai dengan standar industri yang berlaku serta dapat mengukur daya saing SDMNYA. Menurut Banyuwerti, tantangan eksternal adalah globalisasi yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang sangat cepat dan semangat liberalisme. Globalisasi juga ditandai oleh meningkatnya persaingan bebas yang mengharuskan setiap tenaga kerja atau lembaga pendidikan untuk meningkatkan daya saing lulusannya.